Makassar, Bineka.co.idMusyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) 2026 menjadi momentum konsolidasi alumni sekaligus memperlihatkan kuatnya dukungan terhadap Andi Amran Sulaiman untuk kembali memimpin organisasi alumni tersebut.

Ketua Panitia Mubes IKA Unhas, Muhammad Ramli Rahim, mengungkapkan bahwa dukungan kepada Andi Amran Sulaiman mencapai 84,5 persen dari total peserta yang memiliki hak mengusulkan calon ketua.

Menurut Ramli, dukungan tersebut berasal dari mayoritas struktur organisasi alumni, baik tingkat fakultas, wilayah, maupun daerah.

Dari total 16 IKA Fakultas, sebanyak 15 di antaranya menyatakan dukungan kepada Andi Amran Sulaiman. Sementara pada tingkat wilayah, 23 dari 26 IKA Wilayah memberikan usulan serupa. Adapun pada tingkat daerah, dukungan datang dari 22 dari 30 IKA Daerah.

“Sehingga ketika kami total IKA wilayah dan Fakultas sudah 92,8 persen. Kalau total seluruhnya mencapai 84,5 persen,” kata Ramli saat membuka Mubes IKA Unhas, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa syarat minimal pencalonan Ketua IKA Unhas adalah memperoleh dukungan 20 persen. Dengan angka dukungan yang telah terkonsolidasi, peluang munculnya kandidat lain dinilai sangat kecil.

“Tidak ada ruang lagi munculnya calon ketua baru yang dipersyaratkan 20 persen,” ungkapnya.

Mubes IKA Unhas tahun ini berlangsung meriah dengan dihadiri sekitar 1.500 delegasi alumni dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.

Peserta berasal dari 17 IKA Fakultas, 25 IKA Wilayah, 44 IKA Daerah, IKA Luar Negeri Jepang, serta sejumlah badan otonom alumni.

Mengusung tema “Kolaborasi Unhas untuk Negeri”, forum tersebut menjadi ruang diskusi strategis terkait kontribusi alumni terhadap pembangunan nasional, termasuk isu ketahanan energi dan penguatan jejaring kolaborasi.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Jamaluddin Jompa, menekankan pentingnya hubungan yang erat antara kampus dan alumni dalam membangun kekuatan institusi.

“Unhas menyusun slogan ‘Unhas-ku Bersatu, Unhas-ku Kuat’, yang berarti bahwa hadirnya Unhas untuk semua termasuk alumni yang menjadi bagian besar dengan kemajuan Unhas,” ujarnya.

Prof Jamaluddin menilai alumni tidak lagi sekadar bagian dari sejarah kampus, tetapi telah menjadi jaringan strategis yang memiliki pengaruh besar dalam pengembangan institusi.

“Hubungan Unhas dan alumninya kini tidak lagi sebatas romantisme nostalgia. Kita telah bertransformasi menjadi satu ekosistem jaringan yang saling melekat. Alumni adalah simpul penggerak yang terus mengalirkan gagasan dan kolaborasi nyata untuk saling membesarkan nama almamater dan daya saing kita bersama,” ungkapnya.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang juga alumni Teknik Unhas, turut hadir dan menyampaikan pentingnya keterlibatan alumni dalam mendukung pembangunan daerah.

“Saya bangga menjadi bagian dari alumni Teknik Unhas, terlebih kini diberi amanah sebagai Gubernur Sulawesi Selatan,” katanya.

Ia mengajak seluruh alumni untuk berkontribusi dalam memperkuat pembangunan Sulawesi Selatan melalui gagasan, jejaring, dan kolaborasi lintas sektor.

“Kami terus bekerja menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh alumni Unhas untuk bersama-sama membangun Sulawesi Selatan agar semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IKA Unhas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa organisasi alumni terus mengalami perkembangan signifikan dalam memberi manfaat bagi kampus dan masyarakat.

“IKA telah bertransformasi besar dalam memberikan dampak, baik kepada alumni, universitas, maupun masyarakat luas,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam memperkuat peran alumni di berbagai sektor.

“Tanpa kolaborasi, kota tidak akan mungkin maju bersama. Kita tidak bisa meraih kesuksesan sendirian,” tambah Menteri Pertanian tersebut.

Mubes IKA Unhas diharapkan menjadi titik penguatan solidaritas alumni sekaligus memperluas kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.