Makassar, Bineka.co.id – — Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin, Prof. Andi Alimuddin Unde, resmi menetapkan kembali Prof. Jamaluddin Jompa sebagai Rektor Unhas untuk periode 2026–2030.

Keputusan tersebut disampaikan dalam sidang dan pelantikan rektor yang digelar di lingkungan kampus Unhas. Dalam pembacaan keputusan MWA, Prof. Andi Alimuddin menyatakan pemberhentian dengan hormat Prof. Jamaluddin Jompa dari jabatan rektor periode 2022–2026, sekaligus mengangkat kembali yang bersangkutan untuk masa jabatan berikutnya periode 2026–2030. Keputusan tersebut mulai berlaku sejak tanggal pelantikan.

Dalam sambutannya, Prof Andi Alimuddin mengingatkan bahwa jabatan rektor bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar yang memiliki tanggung jawab terhadap nilai kebangsaan dan pelayanan publik.

Ia menegaskan sumpah jabatan mengandung tanggung jawab untuk memelihara nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sekaligus menjalankan tugas demi kepentingan masyarakat.

Setelah pembacaan keputusan, Prof. Jamaluddin Jompa mengikuti prosesi pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin Ketua MWA.

Dalam sumpahnya, Prof. Jamaluddin Jompa menyatakan komitmennya menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan dengan penuh tanggung jawab.

”Bahwa saya akan menjaga integritas tidak menyalahgunakan kewenangan serta menghindarkan diri dari perbuatan tercela,” ucap profesor kelahiran Kabupaten Takalar 8 Maret 1967 itu.

Ia juga menyampaikan komitmen menjaga etika jabatan, menjunjung integritas, serta tidak menyalahgunakan kewenangan selama menjalankan tugas sebagai pimpinan perguruan tinggi.

Usai pelantikan, Prof. Jamaluddin Jompa atau yang akrab disapa Prof JJ menyampaikan bahwa amanah untuk memimpin Unhas pada periode kedua merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

“Mengemban amanah sebagai rektor Unhas periode kedua adalah sebuah kehormatan dan tanggung jawab yang sangat berat,” ujarnya.

Ia mengibaratkan kepemimpinan universitas seperti nahkoda kapal besar yang menghadapi gelombang besar, sehingga membutuhkan kolaborasi seluruh elemen kampus.

Menurutnya, capaian dan prestasi Unhas tidak dapat diraih melalui kerja individu, melainkan melalui kekompakan tanpa ego sektoral. Ego sektoral ini bahkan disinggung oleh Prof JJ beberapa kali.

“Tidak ada pemain tunggal di Unhas. Prestasi bisa diraih karena tidak ada ego sektoral,” kata Prof JJ.

Ia juga menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dalam memperkuat posisi Unhas sebagai institusi pendidikan tinggi.

“Unhasku bersatu, Unhasku kuat,” tuturnya