Makassar, Bineka.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menambah jumlah titik sumur bor yang diperuntukkan bagi petani di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.
Penambahan tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Sulsel, Zulfikar Limolang. Apresiasi itu disampaikannya setelah mengikuti rapat bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel, Rabu (16/9/2026).
Zulfikar menyebut jumlah sumur bor yang sebelumnya direncanakan sebanyak 110 titik kini bertambah menjadi 185 titik. Artinya, terdapat penambahan sebanyak 75 titik.
“Sumur bor dari 110 titik menjadi 185 titik. Ada penambahan sekitar 75 titik,” kata Zulfikar.
Seiring dengan penambahan tersebut, pagu anggaran juga mengalami peningkatan. Anggaran yang sebelumnya sekitar Rp16,68 miliar bertambah menjadi Rp23,57 miliar.
Dengan perubahan tersebut, terdapat tambahan anggaran sekitar Rp5,9 miliar dalam APBD Perubahan 2026.
Menurut Zulfikar, penyediaan sumur bor menjadi kebutuhan penting bagi petani, khususnya di wilayah yang mengalami kekeringan. Fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air di lahan persawahan maupun perkebunan.
Namun, lahan persawahan yang terdampak kekeringan menjadi salah satu prioritas pemanfaatan sumur bor tersebut.
“Ini memang sangat dibutuhkan masyarakat. Kekeringan melanda beberapa daerah, hampir semua daerah. Jadi memang sangat tepat langkah yang dilakukan oleh Pemprov,” ujarnya.
Ia mengatakan persoalan keterbatasan air juga sering disampaikan masyarakat kepada anggota Komisi B DPRD Sulsel ketika melakukan kegiatan reses.
Selain membantu lahan sawah yang terdampak kekeringan, keberadaan sumur bor dinilai dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian, terutama pada lahan yang selama ini bergantung pada curah hujan.
Zulfikar menjelaskan, penambahan anggaran tersebut juga berkaitan dengan adanya pergeseran sejumlah anggaran bantuan bibit. Pergeseran dilakukan setelah mempertimbangkan bantuan bibit yang telah dialokasikan pemerintah pusat.
Berdasarkan penjelasan Dinas TPHBun dalam rapat, bantuan bibit dan kakao dari Kementerian Pertanian dinilai telah mencukupi kebutuhan untuk lahan yang siap menerima bantuan.
Zulfikar berharap penambahan titik sumur bor dapat memperluas akses air bagi petani serta membantu mempertahankan produktivitas pertanian selama musim kemarau.
Menurutnya, ketersediaan air perlu terus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas dan kebutuhan masyarakat yang bekerja di sektor pertanian.

Tinggalkan Balasan