Makassar, Bineka.co.id – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Perhimpunan Gerakan Muda Indonesia Tionghoa (Gema INTI) mengaku telah mengawal polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Selatan sejak kasus tersebut mencuat ke publik.
Ketua INTI Sulsel, Albertus Yap, mengatakan pihaknya mendampingi peserta dan keluarga yang terdampak polemik seleksi guna memberikan dukungan moral sekaligus memastikan persoalan tersebut tidak berkembang menjadi isu yang lebih luas.
Menurut Albertus, pihaknya memahami adanya kekecewaan yang dirasakan peserta dan keluarga. Karena itu, INTI berupaya hadir untuk memberikan semangat agar para peserta tidak kehilangan motivasi dalam meraih prestasi.
“Sejak awal kami mengamati perkembangan kasus ini dan mendampingi adik-adik beserta orang tuanya. Kami memahami kekecewaan yang muncul, sehingga kami berinisiatif memberikan beasiswa sebagai bentuk dukungan agar mereka tidak kehilangan harapan dan tetap semangat mengembangkan potensi diri,” katanya.
Ia menegaskan perhatian INTI lebih berfokus pada perlindungan dan pembinaan generasi muda dibanding memperdebatkan persoalan etnisitas.
Albertus mengatakan pihaknya hanya menginginkan adanya keterbukaan dalam proses seleksi. Menurutnya, prinsip non-diskriminasi telah dijamin dalam peraturan perundang-undangan sehingga seluruh proses seharusnya berjalan secara adil dan transparan.
“Kami tidak masuk pada persoalan etnis atau hal-hal lain. Yang kami inginkan adalah keterbukaan. Prinsip anti-diskriminasi sudah dijamin oleh undang-undang sehingga itu yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Ia mengakui berbagai spekulasi berkembang di tengah masyarakat seiring viralnya kasus tersebut. Karena itu, INTI dan Gema INTI mendorong pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulsel sebagai wadah untuk memperoleh penjelasan yang lebih komprehensif.
Menurut Albertus, langkah tersebut penting agar polemik tidak berkembang liar dan memicu gesekan antarkelompok yang sebenarnya tidak berkaitan dengan substansi persoalan.
“Pada dasarnya ini adalah persoalan seleksi. Namun kemudian berkembang berbagai narasi mengenai etnisitas yang berpotensi membuat situasi menjadi tidak sehat. Kami berharap melalui RDP ini persoalan dapat diluruskan dan diselesaikan secara baik,” katanya.
Selain memberikan dukungan moral, INTI juga menyiapkan program beasiswa bagi peserta sebagai bagian dari upaya menjaga semangat generasi muda yang terdampak polemik tersebut.
Albertus menuturkan program beasiswa sebenarnya telah rutin dijalankan setiap tahun oleh organisasinya. Namun kali ini bantuan tersebut juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta agar tetap optimistis menghadapi masa depan.
“Kami ingin memastikan semangat mereka tidak patah. Mereka adalah generasi muda yang masih memiliki banyak peluang untuk berprestasi di masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa keluarga peserta sempat meminta pendampingan hukum sebagai langkah antisipasi apabila muncul tekanan atau persoalan lanjutan. Menurutnya, pendampingan tersebut diberikan agar seluruh pihak merasa aman selama proses berjalan.
Sementara itu, Ketua Gema INTI, Erfan Sutono Nio, mengatakan organisasinya berkomitmen mengawal proses tersebut sejak awal setelah mengetahui informasi yang beredar melalui pemberitaan media.
Menurut Erfan, keterlibatan Gema INTI didorong oleh keinginan untuk memastikan proses seleksi Paskibraka berlangsung secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Ketika kami membaca dan mendengar informasi mengenai kasus ini, tentu hal tersebut mengusik perhatian kami sebagai generasi muda. Karena itu kami hadir untuk memastikan proses seleksi berjalan transparan dan akuntabel,” katanya.
Ia menjelaskan Gema INTI terus mengikuti perkembangan kasus, termasuk mengawal pelaksanaan RDP di DPRD Sulsel, guna memastikan seluruh tahapan seleksi telah dijalankan sesuai mekanisme dan pedoman yang ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
“Kami akan terus mengawal proses ini untuk memastikan seluruh tahapan telah berjalan sesuai aturan dan surat edaran yang berlaku,” tegas Erfan.

Tinggalkan Balasan