Makassar, Bineka.co.id Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) bersama INTI Sulsel dan Gerakan Muda Indonesia Tionghoa (Gema INTI) menyerahkan beasiswa pendidikan jenjang S-1 secara simbolis kepada Cathlyn dan Meivy, calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Kota Makassar yang sempat menghadapi polemik yang viral di sosial media. Penyerahan dilakukan di Pier 59, Makassar Golden Hotel (MGH), Sabtu (6/6/2026).

Beasiswa tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan kepada kedua siswi yang sebelumnya menjadi perhatian publik menyusul munculnya isu dugaan diskriminasi dalam proses seleksi Paskibraka tingkat nasional di Sulsel.

Ketua Harian PP INTI, Ulung Rusman, mengatakan organisasinya memiliki tanggung jawab moral untuk turut mendorong terwujudnya Indonesia yang bebas dari diskriminasi. Menurut dia, keterlibatan INTI dalam polemik yang sempat berkembang bukan untuk memperdebatkan hasil seleksi, melainkan memberikan dukungan kepada generasi muda agar tetap bersemangat berkarya dan mencintai Tanah Air.

“INTI mempunyai tanggung jawab moral menjalankan misi membawa Indonesia ke arah yang lebih baik tanpa diskriminasi,” kata Ulung dalam sambutannya melalui Zoom.

Ia menjelaskan, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama program INTI yang telah dijalankan selama bertahun-tahun melalui berbagai bentuk bantuan pendidikan, mulai dari Beasiswa Pelangi hingga program beasiswa jenjang S-1, S-2, dan S-3.

Menurut Ulung, generasi muda Indonesia perlu mempersiapkan diri menjadi pemimpin sekaligus memiliki kemampuan untuk dipimpin. Karena itu, ia berharap bantuan pendidikan yang diberikan dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi bangsa.

“Sebagai anak muda Indonesia harus siap memimpin tetapi juga harus siap untuk dipimpin,” ujarnya.

Ketua Perhimpunan INTI Sulsel, Albertus Yap, menyampaikan apresiasinya atas semangat dan perjuangan yang ditunjukkan Cathlyn dan Meivy. Menurutnya, keduanya telah memperlihatkan kecintaan terhadap Indonesia melalui semangat kebangsaan selama mengikuti proses seleksi Paskibraka.

“Kami melihat ada Merah Putih yang berkibar di dada kalian. Beasiswa ini adalah bentuk dukungan agar kalian fokus bersekolah, terus berprestasi dan semangat mengejar mimpi sampai setinggi-tingginya,” katanya.

Albertus menegaskan, pemberian beasiswa tersebut tidak berkaitan dengan upaya mengubah hasil seleksi Paskibraka yang telah ditetapkan panitia. INTI, kata dia, menghormati keputusan yang ada dan memilih memberikan dukungan kepada para peserta sebagai generasi muda yang perlu terus didorong untuk berkembang.

“Tidak sama sekali beasiswa ini untuk mengubah hasil seleksi. Keputusan panitia kami terima, kami mendukung manusianya dan semangatnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, program beasiswa tersebut direncanakan berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Ke depan, peserta terbaik dari Purna Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar juga akan dipertimbangkan untuk memperoleh dukungan pendidikan serupa.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Generasi Muda Perhimpunan Indonesia Tionghoa (GEMA INTI), Erfan Sutono, menegaskan komitmen organisasinya dalam mengawal berbagai persoalan yang berpotensi mengandung unsur diskriminasi maupun sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Menurut Erfan, GEMA INTI merasa perlu terlibat dalam polemik yang sempat berkembang terkait seleksi Paskibraka sebagai bagian dari upaya menjaga nilai kebhinekaan dan kesetaraan di Indonesia.

“GEMA INTI hadir untuk memastikan tidak ada isu SARA dan diskriminasi di Indonesia, termasuk pada polemik Paskibraka kemarin,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat Tionghoa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia. Karena itu, generasi muda diharapkan terus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan tidak ragu menunjukkan identitasnya sebagai warga negara Indonesia.

“Yakinlah bahwa kita 100 persen Indonesia. Jangan pernah berhenti mencintai Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Cathlyn mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan INTI. Ia berjanji akan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.

“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada GEMA INTI dan INTI yang telah mendukung saya sehingga berkesempatan menerima beasiswa ini. Saya akan terus belajar agar tidak mengecewakan orang-orang yang telah mendukung saya,” katanya.

Saat ini, Cathlyn mulai mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan mempelajari Bahasa Mandarin serta memperdalam berbagai mata pelajaran. Ia mengungkapkan keinginannya melanjutkan studi di Universitas Tsinghua atau Universitas Peking di China. Untuk pilihan jurusan, ia tertarik pada bidang kedokteran meski masih membuka kemungkinan pilihan lain di masa mendatang.

Meivy juga menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterimanya. Menurut dia, beasiswa tersebut menjadi tambahan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Saya sangat berterima kasih karena telah diperhatikan oleh Perhimpunan INTI dan Agama INTI. Saya sangat mengapresiasi bantuan yang mereka berikan,” ujarnya.

Meivy mengaku memiliki rencana serupa dengan Cathlyn untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Tsinghua atau Universitas Peking. Meski belum menetapkan target secara pasti, ia berharap dapat menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi bergengsi tersebut.

Pemberian beasiswa ini diharapkan menjadi dukungan nyata bagi Cathlyn dan Meivy dalam mengembangkan potensi akademik sekaligus membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat internasional.