Makassar, Bineka.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan perlakuan khusus dalam perbaikan Jalan Aroepala di Kota Makassar.
Pemprov Sulsel melapisi Jalan Hertasning dengan aspal. Sementara itu, pemerintah membangun
Jalan Aroepala menggunakan konstruksi beton.
Kepala Dinas BMBK Sulsel Andi Ihsan menjelaskan pemilihan konstruksi berdasarkan kondisi lapangan dan kajian teknis. Langkah ini menghasilkan pembangunan jalan yang lebih efektif serta efisien dalam jangka panjang.
Jalan Aroepala menggunakan rigid beton karena kawasan tersebut sering tergenang banjir. Genangan air selalu merusak lapisan aspal lama dalam waktu singkat.
”Kenapa Aroepala diperlakukan dengan rigid beton? Karena daerah lintasan Aroepala itu sering banjir. Sudah beberapa kali kami aspal, tetapi selalu rusak sehingga biaya pemeliharaannya menjadi tinggi. Untuk itu Lean Concrete 10 cm dan Concrete Pavement 30 cm,” kata Andi Ihsan kepada awak media, Kamis 30 Juli 2026.
Pemprov Sulsel meningkatkan konstruksi Jalan Aroepala melalui program Multi Years Project (MYP). Ketebalan beton mencapai 40 sentimeter, mencakup lapisan dasar 10 sentimeter dan lapisan utama 30 sentimeter.
Penggunaan rigid beton menekan biaya pemeliharaan jalan secara signifikan. Konstruksi beton memiliki daya tahan tinggi terhadap genangan air hujan.
”Kalau terus menggunakan aspal di lokasi yang sama, biaya pemeliharaan akan sangat tinggi. Padahal anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat. Karena itu kami memilih rigid beton agar lebih awet,” ujarnya.
Andi Ihsan juga membeberkan alasan penutupan jalan selama proses pengecoran. Konstruksi beton membutuhkan waktu minimal 28 hari agar mencapai kekuatan maksimal.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meninjau lokasi setelah beton berumur 28 hari. Petugas langsung membuka ruas jalan tersebut karena sudah aman bagi kendaraan.
”Kalau dibuka sebelum waktunya, risikonya sangat besar. Bahkan untuk lebih aman, masa pematangan beton bisa ditambah sekitar satu minggu (35 hari),” katanya
Perbaiki Jalan Aroepala dan Hertasning
Pemprov Sulsel juga merencanakan pembangunan trotoar selebar 2,5 meter di kawasan tersebut. Selain itu, pekerja memasang saluran drainase berdiameter 1,2 meter menuju kanal utama.
Kabid Jalan Dinas BMBK Sulsel Muhammad Rosyadi menambahkan alasan penanganan Jalan Hertasning. Kondisi perkerasan jalan lama di Hertasning masih tergolong sangat baik.
Evaluasi International Roughness Index (IRI) menunjukkan Jalan Hertasning hanya memerlukan pelapisan ulang aspal.
“Ruas Hertasning diaspal karena kondisi perkerasan lama masih baik. Berdasarkan nilai IRI, ruas tersebut hanya membutuhkan pelapisan ulang satu lapis,” tutur Rosyadi kepada media, Kamis 30 Juli 2026.
Nilai IRI Jalan Aroepala justru melampaui angka 12. Kondisi ini menuntut rekonstruksi total menggunakan rigid beton.
Seluruh pengerjaan program MYP saat ini berjalan sesuai jadwal. Kendaraan roda dua dan roda empat sudah dapat melintasi masing-masing satu lajur di Jalan Aroepala.

Tinggalkan Balasan