oleh :
Ketua Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI) Sulawesi Selatan, Albertus Yap
Sama seperti banyak pihak, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) merasa senang atas respon positif DPRD Sulsel terhadap surat yang dilayangkan sayap Organisasi Perhimpunan INTI, yakni Generasi Muda (GEMA) INTI, sehingga hari ini dilaksanakan RDP terbuka untuk umum.
Menurut hemat kami, ini adalah jalan terbaik buat semua pihak yang menaruh hati atas isu dan polemik yang viral di medsos. Dalam RDP inilah semua pihak bisa saling terbuka dan saling memberikan klarifikasi serta menyampaikan data dari fakta, bukan sekedar claim sepihak.
Perhimpunan INTI beserta GEMA INTI sedarinpertama telah peduli dengan kasus yang melibatkan Cathlyn Yvaine Lesmana karena issue diskriminasi yang santer muncul dalam banyak postingan warganet.
“Cathlyn adalah anak SulSel. Darahnya memang Tionghoa, tapi merah putihnya sama. Kami percaya Paskibraka harus menjadi simbol persatuan, bukan perpecahan”.
Demikianlah, maka sejak awal Perhimpunan INTI Sulsel & GEMA INTI yang berasaskan kebangsaan hadir mendampingi Cathlyn dan Meivylicha sebagai support moril sambil membesarkan hati kedua anak belia berbakat ini bersama-sama dengan orang tua mereka.
Keberpihakan ini melulu dalam rangka menjaga kesetaraan bagi semua anak bangsa tanpa memandang asal usul etnisitasnya sehingga tunas² muda berprestasi tidak kehilangan harapan dan antusiasme nya dalam mengejar cita²nya dan dalam mengeksplore potensi dirinya.
Di sini, Pengurus Pusat Perhimpunan INTI ingin membesarkan hati anak-anak muda ini dengan memberikan Beasiswa melalui PC Makassar dan GEMA INTI kepada :
- Cathlyn Yvaine Lesmana.
- Meivylicha Putri Aurelia Kama.
Kita berharap mereka yang punya talenta bisa terakomodir dan merasa nyaman krn memperoleh dukungan sehingga berminat terus mengembangkan diri serta berkarya bagi nusa dan bangsa. Karena sangat disayangkan jika membiarkan orang muda menjadi apatis terhadap kondisi dalam negri sendiri.
Hari ini Selasa 2 Juni 2026 mungkin merupakan anti klimaks dari kasus viral ini.
Dengan keterbukaan Panitia Seleksi dan Kesbangpol Sulsel dalam menyampaikan komitmen dan jaminan bahwa mereka telah bersikap/berlaku adil dan transparan dalam menilai.
Namun demikian, banyak pihak dalam RDP tersebut meminta kepada Komisi A DPRD Sulsel supaya garansi tersebut dapat dinyatakan dengan kesediaan untuk menerima audit (pembuktian) menyeluruh atas setiap jenjang proses seleksi berdasar SE PIP No.1/2025, demi menghilangkan kesangsian dari masyarakat umum dan warganet. Ini sebenarnya saran bijak yang mendekati pemikiran dari Perhimpunan INTI, demi kebaikan semua.
Dalam RDP ini semua pihak sepakat dan legowo menerima keputusan yang telah diambil panitia seleksi demi menjaga wajah Sulsel di mata nasional, namun tetap mendesak supaya ada perbaikan cara kerja panitia seleksi ke depannya, serta demi memastikan supaya kekisruhan seperti ini tidak lagi terjadi di masa yang akan datang.
Setelah RDP, Komisi A DPRD Sulsel akan menimbang semua masukan dan pendapat semua pihak untuk bisa merumuskan solusi dan rekomendasi bagi semua pihak terkait.
Kita bersama warga negara lainnya berhak mengawal agar amanat UUD 1945 pasal 27, 28i dan UU 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis benar-benar telah diimplementasikan oleh penyelenggara kebijakan publik. Ini bukanlah memperjuangkan Cathlyn seorang, tetapi usaha yang ingin dikerjakan Perhimpunan INTI untuk menghilangkan kendala non teknis akibat perlakuan berbeda bagi anak-anak dan tunas-tunas muda di kesempatan dan peristiwa lain di Indonesia.
Salam NKRI.

Tinggalkan Balasan