Makassar, Bineka.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi puncak musim kemarau yang diperparah fenomena iklim El Nino. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain menyiagakan personel penanganan karhutla, Pemprov Sulsel juga menyalurkan bantuan mesin pompa air dan menjalankan operasi pompanisasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air di wilayah pertanian yang terdampak kekeringan.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan distribusi mesin pompa dan operasi pompanisasi telah dilakukan di sejumlah kabupaten untuk mendukung lahan pertanian, khususnya persawahan yang terdampak kekurangan air.
“Kemarin tim sudah melakukan pembagian mesin pompa untuk beberapa kabupaten dan operasi pompanisasi air untuk wilayah pertanian padi yang terdampak kekeringan air,” kata Andi Sudirman, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, percepatan penanganan dilakukan dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota serta jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBUN).
Andi Sudirman meminta daerah yang mengalami dampak kekeringan segera menyampaikan laporan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
“Bagi wilayah terdampak agar segera melaporkan ke kabupaten melalui dinas pertanian dan provinsi melalui Dinas TPHBUN,” ujarnya.
Ia meminta setiap laporan dilengkapi informasi mengenai lokasi terdampak, dokumentasi kondisi lahan, sumber air, serta potensi lokasi sumur bor. Informasi tersebut diperlukan untuk memudahkan tim melakukan survei dan menentukan bentuk penanganan yang sesuai.
Selain pengerahan pompa air, Pemprov Sulsel juga menyiapkan bantuan sumur bor dengan prioritas pada lahan persawahan yang mengalami kekeringan saat musim tanam.
“Kami harap laporan dengan menyertakan lokasi, foto kondisi dan sumber air maupun potensi sumur bor. Tim provinsi akan menindaklanjuti melalui survei dan geolistrik untuk bor dan lainnya menurut kesiapsiagaan yang dimiliki,” jelasnya.
Langkah mitigasi juga dilakukan untuk mengantisipasi dampak lain dari musim kemarau, termasuk ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pemprov Sulsel menyiagakan personel serta sumber daya penanganan di wilayah yang dinilai rawan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, hingga saat ini terdapat lima daerah yang telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan, yakni Kota Makassar, Parepare, Pinrang, Enrekang, dan Kepulauan Selayar.

Tinggalkan Balasan