Jakarta, Bineka.co.id – Sebanyak 3.500 anggota Pramuka Penggalang mendapat edukasi mengenai pengelolaan keuangan dalam rangkaian Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Edukasi tersebut diarahkan untuk membentuk kebiasaan finansial yang positif sejak usia 11 hingga 15 tahun.
Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, menggunakan produk jasa keuangan secara bijak serta mempersiapkan kebutuhan dan tujuan keuangan sejak dini.
Penguatan kecakapan finansial tersebut menjadi bagian dari Program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 yang dikemas dalam rangkaian kegiatan Jambore Nasional XII Tahun 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, kemampuan mengelola keuangan perlu dibangun sejak muda melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Menurutnya, generasi muda perlu dibekali kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak sehingga tidak mudah terbawa tren maupun gaya hidup konsumtif.
“Kunci masa depan yang kita bisa lakukan itu ada di cara kita mengelola keuangan. Mengelola keuangan itu artinya adalah jalan menuju bahagia,” kata Dicky.
Dicky menekankan, perilaku finansial yang sehat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti menabung, memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta memilih produk dan layanan jasa keuangan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan.
Menabung sebagai Pembentuk Karakter
Edukasi tersebut juga melibatkan Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen RI Prof. Atip Latipulhayat, serta Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo.
Anis menilai kebiasaan finansial yang dibentuk sejak usia dini tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian nasional.
“Satu kebiasaan baik menabung sejak dini membangun karakter finansial untuk masa depan Indonesia,” ujar Anis.
Menurutnya, kebiasaan menabung perlu dipandang lebih dari sekadar aktivitas menyisihkan uang. Menabung dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter finansial yang akan dibawa seseorang hingga dewasa.
Sementara itu, Prof. Atip Latipulhayat mengatakan literasi keuangan menjadi salah satu fondasi dalam Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dijalankan Kemendikdasmen.
“Literasi keuangan bukan hanya terkait menghitung uang, tetapi juga membentuk perilaku mampu menahan diri dari keinginan konsumtif. Anak yang mampu membentuk perilaku dalam mengendalikan tubuh dan emosinya lewat 7 kebiasaan ini akan lebih mudah mengendalikan keuangannya saat dewasa nanti,” kata Atip.
Dari perspektif kepramukaan, kebiasaan mengelola keuangan secara bijak juga dinilai sejalan dengan nilai yang ditanamkan kepada anggota Pramuka.
Sekjen Kwarnas Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo mengatakan sikap hemat, cermat dan bersahaja yang tercantum dalam Dasa Dharma Pramuka dapat menjadi dasar dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat.
“Urusan menabung ini ada kaitannya dengan Dasa Dharma ketujuh: hemat, cermat, dan bersahaja,” tutur Bachtiar.
Ia menilai pembiasaan menabung sejak usia muda juga dapat menjadi salah satu bekal untuk membentuk jiwa kewirausahaan pada masa mendatang.
Belajar Keuangan Lewat Tenda Kampung Finansial
Rangkaian edukasi keuangan dalam Jambore Nasional XII dilaksanakan pada 15–16 dan 18–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur. Kegiatan tersebut menyasar anggota Pramuka Penggalang berusia 11–15 tahun.
Materi yang diberikan tidak hanya mengenai budaya menabung dan pengelolaan uang, tetapi juga pengenalan produk serta layanan jasa keuangan. Peserta turut memperoleh pemahaman mengenai peran dan fungsi OJK, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan dalam ekosistem sektor keuangan.
Program Pramuka Cerdas Keuangan dilaksanakan melalui kerja sama OJK, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan LPS bersama Kwarnas Gerakan Pramuka sebagai bagian dari LIKE IT 2026.
Kolaborasi penguatan kecakapan keuangan antara OJK dan Kwarnas Gerakan Pramuka sendiri telah berlangsung sejak 2023 melalui revisi Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Penabung dan SKK Cakap Keuangan.
Selain melalui forum Leaders Insight, edukasi juga dikemas dalam Tenda Kampung Finansial. Peserta mengikuti kegiatan dengan sistem rotasi dan mendapatkan materi melalui talkshow, permainan, kuis edukatif serta booth dari berbagai lembaga dan pelaku industri jasa keuangan.
Konsep tersebut dirancang agar peserta tidak sekadar menerima materi, tetapi juga dapat mengenal produk dan layanan keuangan secara lebih dekat serta memahami cara menggunakannya sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah kunjungan ke Tenda Kampung Finansial. Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, sekitar 7.500 anggota Pramuka atau peserta Jambore Nasional XII tercatat telah mengunjungi area tersebut.
Pramuka Goes to Office
Edukasi keuangan juga dilengkapi dengan agenda Pramuka Goes to Office ke Kantor Pusat OJK yang berlangsung pada 18–20 Agustus 2026.
Peserta terpilih berkesempatan melihat langsung lingkungan kerja regulator sektor jasa keuangan sekaligus mendapatkan pemahaman mengenai peran dan fungsi OJK, termasuk dalam penguatan literasi keuangan dan pelindungan konsumen.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya lintas lembaga untuk membangun kecakapan finansial generasi muda secara berkelanjutan.
Melalui pembiasaan sejak dini, anggota Pramuka diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang disiplin, mandiri dan bertanggung jawab, tetapi juga mampu mengelola uang secara bijak, membangun budaya menabung serta memilih produk dan layanan jasa keuangan secara tepat untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan.

Tinggalkan Balasan