Makassar, Bineka.co.id – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Makassar. Sidak tersebut dilakukan untuk mengecek langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan kesesuaian laporan yang diterima dari pihak Pertamina.

Dalam pemantauan tersebut, ditemukan adanya kendala pada jumlah operator nozzle. Di salah satu SPBU, pelayanan hanya dilakukan oleh satu tenaga training, sementara tiga nozzle lainnya dalam kondisi standby.

Kondisi di lapangan juga menunjukkan adanya pengisian BBM menggunakan jeriken. Aktivitas tersebut diduga dilakukan oleh sejumlah orang karena adanya kekhawatiran atau panic buying. Pengisian menggunakan jeriken dinilai dapat memperlambat antrean dan menghambat masyarakat lainnya yang hendak mendapatkan BBM.

Selain persoalan antrean, terdapat pula beberapa laporan terkait dugaan modifikasi tangki kendaraan untuk menampung BBM dalam jumlah tertentu. Gubernur memastikan setiap temuan tersebut akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Beberapa laporan sementara modifikasi tangki BBM dan tentu semua akan diproses sesuai ketentuan,” ujar Andi Sudirman.

Pemprov Sulsel juga akan melakukan pemantauan terhadap ketersediaan stok BBM dalam satu hingga dua hari ke depan. Langkah tersebut dilakukan sebagai pemeriksaan tambahan terhadap laporan Pertamina mengenai kondisi stok BBM di Sulawesi Selatan.

Menurut Andi Sudirman, pemantauan akan dilakukan secara menyeluruh di berbagai SPBU dengan melibatkan Satgas yang telah dibentuk pemerintah.

“Stok BBM Sulsel juga akan kami pantau dalam 1-2 hari ke depan. Sebagai double check laporan pihak Pertamina jika stok aman. Kami memantau semua SPBU bersama Satgas,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pemerintah bersama Satgas saat ini terus melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di seluruh Sulawesi Selatan.

“Harap semua warga bersabar, tim Satgas sedang bekerja bersama Bupati, Wali Kota, dan Forkopimda se-Sulsel,” tuturnya.

Pemerintah berharap pengawasan tersebut dapat membantu memastikan distribusi BBM berjalan tertib, mencegah penyalahgunaan, serta menjamin masyarakat memperoleh BBM sesuai kebutuhan.