Bineka.co.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan program hilirisasi di sektor perkebunan mampu menciptakan minimal tiga juta lapangan kerja baru hingga tahun 2029. Langkah strategis ini berguna memperkuat nilai tambah komoditas pertanian dan mendorong perekonomian domestik.
Mentan Amran mempertegas saat memberikan sambutan pada acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang terlaksana di Gorontalo, Rabu (24/6). Acara berskala nasional ini turut dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
“Hilirisasi sementara berjalan. Insyaallah kita bisa menciptakan lapangan kerja minimal sampai 2029 tiga juta orang dengan hilirisasi,” ujar Amran di hadapan para petani dan nelayan yang hadir.
Menurut Amran, program hilirisasi saat ini fokus pada tujuh komoditas unggulan yang memiliki permintaan pasar sangat tinggi, baik di tingkat domestik maupun internasional. Ketujuh komoditas tersebut meliputi: tebu, kelapa, kakao, kopi, jambu mete, jada, pala.
Melalui hilirisasi ke-7 komoditas ini, pemerintah optimistis dapat membangun ekosistem industri hilir yang kuat sekaligus membuka ruang kerja yang luas di berbagai daerah di Indonesia.
Untuk merealisasikan target besar tersebut, pemerintah telah menyiapkan peta jalan penanaman komoditas yang akan berlangsung sepanjang periode 2025–2027. Program ini akan mengoptimalkan lahan seluas 870.000 hektare.
Amran, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), menekankan bahwa seluruh program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Sebagai wujud dukungan penuh, pemerintah menggratiskan seluruh biaya produksi bagi para petani yang terlibat.
“Ini perintah Bapak Presiden langsung. Bibit gratis, pengolahan gratis, penanaman gratis. Semuanya pemerintah yang tanggung,” pungkas Mentan Amran. (*)

Tinggalkan Balasan