Makassar, Bineka.co.id – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Pengurus Daerah Sulawesi Selatan (Sulsel) mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, keadilan, dan kepedulian sosial dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Ketua INTI Sulsel, Albertus Yap, mengatakan perjalanan Indonesia hingga memasuki usia 81 tahun menunjukkan bahwa bangsa ini memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan zaman.
Menurutnya, Indonesia saat ini berada dalam situasi yang menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan, baik di bidang sosial politik maupun ekonomi.
Albertus menilai dinamika ekonomi yang berlangsung cepat membutuhkan perhatian dan penanganan yang serius serta penuh kehati-hatian. Salah satu hal yang dinilai penting adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan pemerataan ekonomi dapat dirasakan secara nyata, terutama oleh masyarakat lapisan bawah.
Karena itu, INTI Sulsel berharap berbagai regulasi dan kebijakan publik yang terus mengalami perubahan tetap mengedepankan prinsip keadilan serta diterapkan dengan penuh kearifan.
“Walaupun regulasi dan kebijakan publik terus berubah namun senantiasa memperhatikan keadilan dan pelaksanaannya dengan penuh kearifan,” kata Albertus Yap.
Ia menegaskan keutuhan bangsa harus menjadi kepentingan utama. Menurutnya, persatuan hanya dapat dipertahankan apabila seluruh elemen bangsa menjunjung keadilan, kejujuran, empati, dan kepedulian sosial, terutama terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.
“Keutuhan bangsa adalah yang utama dan hanya bisa dijaga jika menjunjung nilai keadilan, kejujuran, ada empati, punya kepedulian sosial kepada segenap komponen anak bangsa, khususnya yang lemah,” ujarnya.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, juga perlu diwujudkan oleh para pemimpin melalui sikap mengayomi serta memberikan keteladanan kepada masyarakat.
Dalam momentum kemerdekaan, INTI Sulsel juga menegaskan posisi warga Tionghoa sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia. Albertus menyebut keterlibatan warga Tionghoa dalam perjuangan merebut kemerdekaan menjadi bagian dari sejarah yang menunjukkan bahwa mereka sejak awal telah menempatkan diri sebagai bagian dari Indonesia.
“Warga Tionghoa saat ini memandang dirinya sebagai bagian integral dari Bangsa Indonesia, sebab sebagaimana ternyata bahwa warga Tionghoa pun ikut aktif secara nyata dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan tersebut bukan sekadar bentuk solidaritas, melainkan menjadi bukti bahwa warga Tionghoa memiliki keterikatan yang kuat dengan perjalanan bangsa Indonesia.
Karena itu, INTI Sulsel menyatakan kesiapan warga Tionghoa untuk terus mengambil bagian dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai rumah bersama.
“Dengan kerjasama semua anak bangsa yang saling bahu membahu maka semua rintangan dapat kita lalui untuk menuju ke Indonesia Emas,” ujarnya.
Selain menyampaikan refleksi kebangsaan, INTI Sulsel bersama Pengurus Cabang INTI Makassar juga menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI.
Salah satunya berupa nonton bareng film “DEAR YOU” atau “Love Letters to Grandma – 给阿嬷的情书” bersama masyarakat Makassar dan sekitarnya pada Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang silaturahmi bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. INTI berharap kegiatan bersama tersebut dapat meningkatkan empati antarmasyarakat sekaligus memperkuat kohesi sosial.
Film yang dipilih mengangkat kisah perjuangan sebuah keluarga Tionghoa yang bekerja sebagai pekerja migran pada awal abad ke-20 demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Menurut INTI Sulsel, cerita tersebut menghadirkan sejumlah nilai yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Di antaranya ketangguhan menghadapi tekanan, kemampuan bangkit kembali, tanggung jawab terhadap keluarga, kesetiaan kepada pasangan, integritas dalam pekerjaan dan komunitas, solidaritas, empati, gotong royong, ketulusan, cinta keluarga, serta penghormatan kepada orang tua.
Tingginya antusiasme masyarakat membuat panitia menggelar dua sesi nonton bareng pada hari yang sama, yakni pukul 18.15 Wita dan 19.45 Wita. Total kapasitas yang disiapkan mencapai 346 kursi.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang, baik warga Tionghoa maupun non-Tionghoa. Mereka juga berasal dari beragam kelompok usia, komunitas keagamaan, organisasi kepemudaan, serta kelompok masyarakat dengan latar belakang sosial yang berbeda.
INTI berharap kegiatan tersebut dapat membuka ruang interaksi yang lebih luas sehingga kedekatan emosional antarmasyarakat semakin kuat.
Selain kegiatan sosial dan kebudayaan, INTI Sulsel juga menggandeng TelkoMedika untuk menghadirkan program pemeriksaan kesehatan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 RI.
Program bertajuk “Cek Kesehatan — Semarak Merdeka 2026” tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18–31 Agustus 2026 di Klinik TelkoMedika, Jalan Dr. Ratulangi Nomor 126, Makassar.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, INTI Sulsel ingin menjadikan momentum kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan simbolik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian, kesehatan, serta kontribusi masyarakat bagi bangsa.
“Dirgahayu Indonesia yang berdaulat, Adil dan Makmur,” tutup Albertus Yap.

Tinggalkan Balasan