Makassar, Bineka.co.id – Kegiatan AKSARA menjadi ruang kreativitas bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dalam menampilkan berbagai karya seni pertunjukan. Salah satu penampilan yang menarik perhatian penonton adalah dramatic reading berjudul Ande-Ande Lumut yang dibawakan oleh mahasiswa PBSI C di bawah bimbingan dosen pengampu Dr. Asis Nojeng, S.Pd., M.Pd.
Di balik suksesnya pementasan tersebut, proses penggarapan yang dilalui para pemain dan kru ternyata penuh tantangan. Sutradara mengungkapkan bahwa latihan intensif dilakukan selama kurang lebih satu bulan dengan berbagai dinamika yang cukup menantang, terutama dalam proses revisi naskah.
“Proses intensif selama kurang lebih sebulan terakhir ini menjadi perjalanan yang luar biasa karena dinamika di ruang latihan sangat menantang, terutama ketika kami harus merombak dan merevisi naskah berulang kali demi menangkap esensi dari fenomena terkini yang sedang hangat di tanah air,” ungkap Imma selaku sutradara.
Menurutnya, perubahan naskah yang dilakukan secara mendadak tidak menjadi hambatan bagi para aktor dan kru. Justru, hal tersebut memperlihatkan kemampuan adaptasi serta kreativitas mahasiswa PBSI C dalam membangun pertunjukan yang relevan dengan kondisi sosial saat ini.
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi ketahanan mental serta kreativitas para aktor dan kru. Mereka mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan naskah yang mendadak. Hasilnya, malam pementasan berhasil menyuguhkan dramatic reading yang tidak hanya menyentuh secara emosional, tetapi juga kontekstual dan relevan bagi penonton,” lanjutnya.
Kesan positif juga disampaikan oleh salah satu sutradara lainnya yang terlibat dalam proses penggarapan. Ia mengaku terkesan dengan karakter dan dinamika mahasiswa PBSI C selama proses latihan berlangsung.
“Proses yang dilalui kurang lebih satu bulan dengan berbagai varian rasa dan karakter dari teman-teman PBSI C. Sebagai salah satu orang yang tidak terlibat pada prodi pendidikan, saya terkesan dengan kelas tersebut. Ada banyak hal yang hanya bisa dirasakan secara langsung, termasuk karakter-karakter unik dan hidup dari mereka,” tutur Malika selaku sutradara.
Ia juga menambahkan bahwa beberapa mahasiswa memiliki karakter yang sangat idealis, namun justru menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun kualitas pementasan.
“Mereka unik, menantang, dan mampu memantaskan diri dalam pementasan dramatic reading,” tambahnya.
Melalui proses panjang tersebut, penampilan Ande-Ande Lumut tidak hanya menjadi hiburan bagi penonton AKSARA, tetapi juga menjadi bukti kerja sama, kreativitas, dan totalitas mahasiswa PBSI C dalam menghadirkan pertunjukan yang bermakna dan berkesan.

Tinggalkan Balasan