Jakarta, Bineka.co.id – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, memiliki modal besar jelang Moto3 Italia 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Mugello, Firenze, pada 29–31 Mei mendatang. Lintasan legendaris tersebut menjadi salah satu trek terbaik bagi Veda setelah sukses meraih dua kemenangan beruntun pada ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.

Catatan positif itu membuat peluang Veda kembali tampil impresif di Moto3 Italia 2026 semakin terbuka. Terlebih, rider asal Gunungkidul tersebut baru saja mencatat hasil cukup baik dengan finis di posisi kedelapan pada Moto3 Catalunya 2026.

Sirkuit Mugello memang menyimpan banyak kenangan manis bagi Veda sejak tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup. Dalam dua musim terakhir, ia sudah empat kali balapan di lintasan sepanjang 5,2 kilometer tersebut dengan tren performa yang terus meningkat.

Pada musim 2024, Veda berhasil finis di posisi kelima dan kedelapan dalam dua race di Mugello. Meski belum meraih podium utama, hasil itu sudah menunjukkan kemampuannya beradaptasi di salah satu trek tercepat dalam kalender balap junior dunia.

Performa terbaik kemudian datang pada musim 2025. Pembalap berusia 16 tahun tersebut tampil dominan dengan menyapu bersih dua kemenangan di Mugello sekaligus mencatat sejarah penting dalam perjalanan kariernya.

Kemenangan pertama diraih di Race 1 dengan catatan waktu 26 menit 31,484 detik. Saat itu, Veda juga mencatat kecepatan maksimum hingga 226,4 kilometer per jam yang menunjukkan keberaniannya dalam duel kecepatan di lintasan lurus Mugello.

“Ini balapan yang sangat sulit. Saya mencoba melakukan hal yang sama seperti kemarin, memimpin di akhir. Hakim menyusul dari sisi luar di tikungan terakhir, tetapi saya yakin bisa melewatinya,” ujar Veda kala itu.

Pada Race 2, Veda kembali tampil impresif dengan waktu 26 menit 44,347 detik dan top speed mencapai 227,8 kilometer per jam, salah satu yang tercepat dalam balapan tersebut.

Dua kemenangan tersebut menjadi kemenangan perdana Veda di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup dan membantunya mengakhiri musim sebagai runner-up klasemen akhir di bawah Brian Uriarte.

Karakter Mugello yang cepat dan penuh duel slipstream dinilai sangat cocok dengan gaya balap agresif Veda. Kemampuannya menjaga ritme saat berada di grup besar juga menjadi keuntungan penting di kelas Moto3 yang terkenal ketat hingga lap terakhir.

Menjelang Moto3 Italia 2026, Veda datang dengan rasa percaya diri tinggi usai tampil kompetitif di Catalunya. Meski memulai balapan dari posisi kurang ideal, ia tetap mampu menembus delapan besar.

Hasil tersebut menunjukkan perkembangan adaptasi Veda di kelas Moto3 musim 2026. Ia mulai tampil lebih konsisten dan tenang menghadapi tekanan para pembalap Eropa yang lebih berpengalaman.

Kini Mugello kembali menjadi tantangan berikutnya. Trek yang pernah memberinya dua kemenangan beruntun itu bisa menjadi peluang emas bagi Veda untuk kembali mencatat hasil terbaik, bahkan membuka peluang finis di barisan depan.

Pengalaman empat kali balapan di Mugello menjadi modal penting dibanding beberapa rookie lain. Veda dinilai sudah memahami karakter tikungan cepat, titik pengereman, hingga strategi slipstream di lintasan tersebut.

Peluang Veda Ega Pratama kembali mencuri perhatian di Moto3 Italia 2026 pun tetap terbuka lebar. Jika mampu menjaga konsistensi dan memanfaatkan kekuatannya dalam duel slipstream, bukan tidak mungkin pembalap Indonesia itu kembali menghadirkan kejutan besar di Mugello.