Makassar, Bineka.co.id – Permintaan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2026. Tidak hanya mobil listrik, penjualan sepeda motor listrik juga mengalami lonjakan signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan dan efisiensi biaya operasional.
Marketing Manager AHM, Antofany Yusticia Ahmadi, mengungkapkan penjualan motor listrik Honda mengalami pertumbuhan cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 84 persen di wilayah Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara dan Ambon.
“Ada kenaikan penjualan EV dibandingkan tahun lalu, tapi kenaikan BBM bukan faktor utama, hanya faktor pendukung,” ujarnya kepada bineka.co.id melalui pesan tertulis.
Menurut Antofany, berdasarkan data dealer, mayoritas konsumen kini mulai semakin sadar terhadap pentingnya kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.
“Kalau dari data dealer, kebanyakan orang yang membeli motor listrik itu juga karena semakin melek dengan kendaraan listrik yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Selain meningkatnya kesadaran masyarakat, faktor lain yang mendorong pertumbuhan penjualan adalah adanya program potongan harga dari Honda yang membuat motor listrik semakin terjangkau bagi konsumen.
Ia mengatakan strategi Honda ke depan akan lebih fokus meningkatkan eksposur kendaraan listrik melalui berbagai kegiatan publik dan olahraga agar masyarakat semakin akrab dengan produk EV.
“Strategi ke depannya akan meningkatkan exposure motor listrik di beberapa event, termasuk event olahraga seperti half marathon, padel, dan lainnya supaya masyarakat semakin aware dengan produk EV Honda,” katanya.
Tren peningkatan kendaraan listrik juga terlihat dari data nasional. Berdasarkan catatan terbaru Gaikindo, penjualan wholesales mobil nasional pada April 2026 mencapai 80.776 unit atau naik 31,8 persen dibanding Maret 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.815 unit merupakan mobil listrik atau setara 18,34 persen dari total pasar otomotif nasional.
Sepanjang Januari hingga April 2026, distribusi mobil listrik ke dealer mencapai 47.781 unit. Angka itu meningkat 89,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 25.231 unit.
Di sisi lain, isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat ketegangan geopolitik global juga dinilai ikut memengaruhi minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, meski bukan faktor utama.
Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, mengatakan pihaknya sempat mencatat lonjakan pemesanan motor listrik ketika isu kenaikan harga BBM mencuat.
“Bisa meningkat mungkin 90 persen ya,” ujarnya.
Namun menurutnya, peningkatan permintaan sebenarnya sudah terlihat bahkan sebelum isu kenaikan BBM berkembang luas.
Kondisi tersebut dinilai menunjukkan masyarakat mulai melihat kendaraan listrik sebagai alternatif transportasi yang lebih hemat di tengah ketidakpastian harga energi fosil.
Selain faktor biaya operasional yang lebih murah, berkembangnya infrastruktur pengisian daya dan semakin banyak pilihan produk juga menjadi faktor pendukung meningkatnya permintaan kendaraan listrik nasional.
Fenomena ini sekaligus menandai perubahan perilaku konsumen otomotif Indonesia yang mulai bergeser dari sekadar mempertimbangkan harga kendaraan menjadi efisiensi jangka panjang dan isu keberlanjutan lingkungan.

Tinggalkan Balasan