Makassar, Bineka.co.id – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) berharap polemik yang mengiringi proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tidak mematahkan semangat para peserta berprestasi untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi di masa depan.
Ketua INTI Sulawesi Selatan (Sulsel), Albertus Yap, mengatakan perhatian publik yang besar terhadap kasus yang menimpa Cathlyn Yvaine Lesmana dan Meivylicha Putri Aurelia Kamal seharusnya menjadi energi positif bagi keduanya untuk tetap melangkah maju.
Menurutnya, berbagai tantangan dan hambatan merupakan bagian dari perjalanan hidup yang bisa dihadapi dengan keteguhan dan semangat untuk terus berkembang.
“Kami berharap mereka tidak kehilangan semangat setelah mengalami kejadian ini dan setelah melihat begitu besarnya perhatian publik terhadap mereka. Yang terpenting adalah tetap percaya diri dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki,” kata Albertus.
Ia menilai simpati yang mengalir dari masyarakat menunjukkan bahwa publik kini semakin peka terhadap isu-isu yang berkaitan dengan rasa keadilan dan kesetaraan kesempatan bagi generasi muda.
Fenomena tersebut, lanjutnya, menjadi sinyal bahwa masyarakat semakin aktif memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang dianggap menyangkut prinsip fair play dan perlakuan yang setara.
“Peristiwa ini mendapat perhatian luas dan memunculkan banyak komentar dari masyarakat. Ini menjadi fenomena menarik karena menunjukkan adanya kesadaran yang semakin kuat terhadap berbagai hal yang dinilai mengandung unsur ketidakadilan,” ujarnya.
Albertus menegaskan INTI melalui pengurus daerah di Sulawesi Selatan, pengurus cabang di Makassar, serta Generasi Muda INTI (GEMA INTI) ingin melihat para generasi muda berbakat tetap berani mengeksplorasi kemampuan mereka meski menghadapi berbagai rintangan.
Menurutnya, tantangan akan selalu hadir dalam berbagai bentuk, sehingga yang dibutuhkan adalah keteguhan untuk terus melangkah dan tidak berhenti berkarya.
“Kami ingin melihat anak-anak muda ini terus berkembang dan memaksimalkan potensinya. Hambatan pasti akan selalu ada, tetapi jangan sampai hal itu menghentikan langkah mereka untuk terus berprestasi,” katanya.
Di sisi lain, INTI juga menghormati berbagai upaya yang dilakukan untuk mengklarifikasi polemik seleksi Paskibraka yang menjadi perhatian publik. Albertus berharap seluruh proses yang berjalan dapat memberikan penjelasan yang terang sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan seleksi di masa mendatang.
“Apapun hasil dari proses yang berlangsung nantinya, kami berharap dapat menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Berbagai masukan yang muncul tentu bertujuan untuk memperbaiki pelaksanaan ke depan agar semakin baik,” ujarnya.
Ia pun berharap Cathlyn dan Meivylicha tetap tegar menghadapi situasi yang terjadi serta menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk terus mengukir prestasi.
“Semoga Cathlyn dan Meivylicha semakin kuat, semakin tegar, dan terus berprestasi,” tutup Albertus

Tinggalkan Balasan