Bone, Bineka.co.id – Langkah Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dalam memperjuangkan anggaran pusat menarik perhatian. Di tengah citra pejabat daerah yang kerap tampil mewah saat kunjungan kerja ke ibu kota, Andi Asman justru memilih pendekatan sederhana: berkeliling kementerian menggunakan sedan tua dan bermalam di mess milik Pemerintah Kabupaten Bone.

Gaya sederhana itu bukan tanpa alasan. Bagi Andi Asman, efisiensi bukan sekadar simbol, melainkan strategi agar fokus utama tetap pada hasil yang dibawa pulang ke daerah. Di balik kesahajaan tersebut, ia memastikan setiap agenda pertemuan dengan kementerian berjalan efektif dan menghasilkan dukungan nyata bagi pembangunan Bone.

“Tidak masalah menggunakan mobil sedan tua dan tidur di mess. Yang terpenting dari rangkaian pertemuan dan koordinasi lintas kementerian, Pemkab Bone berhasil mengamankan alokasi anggaran mencapai ratusan miliar rupiah,” ujar Andi Asman dilansir dari detikSulsel, Rabu 22 April 2026.

Upaya lobi yang dilakukan Andi Asman membuahkan hasil signifikan. Salah satu yang paling strategis adalah dukungan peningkatan Bandara Arung Palakka. Proyek ini dinilai krusial untuk membuka konektivitas langsung ke Jakarta, yang pada gilirannya diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat Bone.

Selain sektor transportasi, perhatian pemerintah pusat juga mengalir ke bidang ketahanan pangan. Andi Asman mengungkapkan bahwa Kabupaten Bone memperoleh hibah penting dari Bulog serta dukungan dari Kementerian Pertanian untuk menghadapi potensi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering akibat fenomena perubahan iklim global.

“Bandara Arung Palakka akan mendapat suntikan anggaran agar bisa terbuka rute langsung ke Jakarta. Sementara di bidang ketahanan pangan mendapatkan hibah dari Bulog berupa 1 unit kendaraan lab, gudang Bulog sebanyak 2 unit, dan di Kementerian Pertanian berupa pompa besar, irigasi, dan lainnya dalam rangka menghadapi musim kemarau tahun 2026,” katanya.

Tidak hanya itu, langkah Andi Asman ini juga sejalan dengan kebijakan efisiensi belanja daerah yang tengah didorong pemerintah pusat, di mana kepala daerah diharapkan mampu menekan biaya operasional tanpa mengurangi kinerja. Strategi ini dinilai efektif untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran sekaligus meningkatkan kepercayaan pemerintah pusat terhadap daerah.

Bagi Andi Asman, seluruh perjuangan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai kepala daerah dalam menjaga stabilitas kesejahteraan masyarakat, terutama di tengah ancaman krisis pangan dan ketidakpastian ekonomi global.

“Yang terpenting bukan bagaimana kita berangkat, tapi apa yang kita bawa pulang untuk rakyat. Kami berharap sektor pertanian Bone tetap produktif, distribusi pangan semakin kuat, serta pembangunan daerah terus bergerak maju secara berkelanjutan,” jelasnya.

Langkah sederhana namun berdampak besar yang ditunjukkan Andi Asman menjadi contoh bahwa efektivitas kerja tidak selalu bergantung pada kemewahan fasilitas. Justru, fokus pada hasil konkret dan kebermanfaatan bagi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan daerah.