Papua, Bineka.co.id – Andi Amran Sulaiman memimpin pelaksanaan pengembangan kawasan pertanian seluas 137 ribu hektare di Tanah Papua sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Program tersebut mencakup pengembangan 83.030 hektare lahan cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan. Menurut Menteri Pertanian, program ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Papua.

Dalam kesempatan itu, Amran mengungkapkan rasa bangganya melihat semakin banyak petani muda Papua yang mampu mengoperasikan berbagai alat pertanian modern, seperti traktor, drone pertanian, rice transplanter, hingga combine harvester. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam mendorong pertanian yang lebih efisien, produktif, dan berdaya saing.

“Teknologi yang digunakan petani di negara-negara maju kini hadir di Merauke dan dijalankan oleh putra-putri daerah sendiri. Inilah yang kita bangun, yakni pertanian modern yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus membuka lapangan kerja dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Amran menegaskan bahwa pengembangan kawasan pertanian di Papua tidak dimaksudkan untuk mengambil hak masyarakat, melainkan mengoptimalkan potensi lahan agar manfaatnya dapat kembali dirasakan oleh masyarakat setempat.

Ia juga mengapresiasi semangat para petani Papua yang terus berupaya meningkatkan hasil pertanian melalui kerja keras dan pemanfaatan teknologi. Menurutnya, peningkatan produksi serta tingginya antusiasme masyarakat terhadap program cetak sawah menjadi bukti bahwa sektor pertanian memiliki prospek besar dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Mengakhiri pesannya, Menteri Pertanian mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja sama membangun sektor pertanian nasional.“Mari terus bekerja, bergandengan tangan, dan percaya bahwa setiap tetes keringat petani adalah langkah menuju Indonesia yang semakin berdaulat pangan,” tutupnya.