Makassar, Bineka.co.id – Fatmawati Rusdi melakukan kunjungan langsung ke lokasi kebakaran di Mangasa untuk meninjau kondisi para korban dan menyalurkan bantuan yang diperlukan. Dalam kunjungannya itu, ia berinteraksi dengan warga terdampak, memantau proses pendataan kebutuhan mendesak, serta memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai prioritas. Di tengah musibah yang dialami, perhatian pemerintah menjadi penguat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat kebakaran tersebut. Kehadiran pejabat dan upaya koordinasi dinilai penting untuk memberikan rasa aman serta arah pemulihan jangka pendek bagi masyarakat yang terkena dampak.

Salah seorang korban, Dg Muji (43), mengaku bersyukur karena bantuan dan perhatian dari berbagai pihak datang tidak lama setelah kebakaran terjadi. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas respons cepat dari pemerintah daerah, relawan, dan komunitas setempat yang segera memberikan bantuan darurat, seperti makanan, pakaian, dan tempat penampungan sementara. Dukungan yang datang, menurut Dg Muji, juga membantu mengurangi beban psikologis keluarga yang kebingungan menghadapi kerugian besar.

Rumah yang ditempatinya bersama enam anggota keluarganya habis dilalap api. Meski kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda, ia mengaku tidak sendiri menghadapi cobaan tersebut. Keluarga beserta tetangga berupaya saling membantu, sementara pihak berwenang mencatat kebutuhan pokok agar proses pemulihan dapat dimulai secepat mungkin. Selain itu, upaya pencarian dokumen penting dan barang bernilai dilakukan dengan dukungan relawan untuk meminimalkan kerugian administratif yang kerap menyulitkan korban setelah musibah.

Menurutnya, kehadiran langsung Wakil Gubernur Sulawesi Selatan memberikan kekuatan dan semangat bagi para korban untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka. Kehadiran pejabat tinggi ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah provinsi memprioritaskan penanganan pasca kebakaran dan siap membantu percepatan proses reposisi tempat tinggal sementara hingga langkah pemulihan jangka menengah. Banyak korban menyatakan bahwa perhatian semacam itu memberikan keyakinan bahwa mereka tidak ditinggalkan dan ada jalur bantuan yang jelas untuk menuju stabilitas kembali.

Warga bersama aparat pemerintah, relawan, dan unsur terkait masih melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang terbakar serta pendataan kebutuhan mendesak para korban. Kegiatan pembersihan dilakukan secara bertahap sambil memastikan aspek keselamatan kerja, pengamanan material berbahaya, dan dokumentasi kerusakan untuk keperluan klaim atau bantuan. Pendataan juga mencakup identifikasi keluarga yang memerlukan prioritas, kondisi kesehatan, kebutuhan bayi dan lansia, serta inventarisasi barang yang hilang agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar, BPBD, Dinas Sosial, serta berbagai pihak lainnya agar seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan selesai. Koordinasi ini meliputi penyediaan tempat penampungan sementara, bantuan pangan, layanan kesehatan dan psikososial, serta langkah lanjutan seperti bantuan perbaikan rumah atau relokasi bila diperlukan. Selain itu, pemerintah berencana memantau progres pemulihan dan menyesuaikan bantuan sesuai perkembangan di lapangan hingga warga dapat kembali menata kehidupan mereka secara mandiri. (*)