Makassar, Bineka.co.id Setiap hari di layar tv maupun smartphone sudah tidak asing terlihat adanya berita kecelakaan yang terjadi. Bahkan saat berkendara di jalanan, bukan hal yang asing melihat adanya kecelakaan bahkan yang berujung pada kematian.

Hal ini juga sesuai dengan Data Pusat Informasi Kriminal Nasional atau Pusiknas Polri yang mencatat bahwa pada tahun 2026 telah terjadi 74.478 kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

Dari angka itu, artinya ada 411 kecelaan lalu lintas setiap harinya dengan 17 kecelakaan setiap jam atau 1 kecelakaan setiap 3-4 menit.

Dari angka itu, jumlah korban mencapai 112.272 jiwa dengan 97.249 luka ringan dan 9.449 luka berat. Sedangkan 5.574 diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Penyebab laka lantas ini paling besar disebabkan oleh kesalahan manusia itu sendiri yakni, 94 persen. Sedangkan di sisanya disebabkan oleh kendaraan, jalan ataupun kondisi alam.

Kecelakaan ini menurut data Korlantas Polri mayoritas ialah tabrakan, kendaraan keluar jalur hingga faktor pejalan kaki yang salah saat menyeberang jalan.

Untuk itu keselamatan dalam berkendara menjadi salah satu hal krusial dan menjadi investasi bagi nyawa. Bukan hanya nyawa kita sendiri, tetapi nyawa para pengendara dan pejalan kaki lainnya di jalan raya.

Produsen mobil seperti Toyota mencoba untuk menjawab kekhawatiran masyarakat akan kecelakaan lalu lintas melalui Toyota Safety Sense. Bahkan, Kalla Toyota sebagai dealer resmi mobil pabrikan Jepang di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara itu mengungkapkan adanya lonjakan minat masyarakat yang membeli mobil dengan fitur keselamatan berlapis.

“Saat ini varian yang sudah dilengkapi teknologi keselamatan tersebut sering menjadi tipe yang paling diburu dan memiliki angka pemesanan yang tinggi,” ujar Marketing Managee

Diketahui, dilansir dari lama resmi TAF (perusahan pembiayaan kredit resmi Toyota), Toyota TSS merupakan kumpulan teknologi keselamatan canggih yang dikembangkan oleh Toyota untuk meningkatkan perlindungan selama berkendara.

Sistem ini mengintegrasikan berbagai sensor, radar, dan kamera untuk mendeteksi potensi risiko di jalan serta memberikan peringatan kepada pengemudi guna mengurangi kemungkinan kecelakaan. 

Beberapa fitur utama dalam TSS meliputi Pre-Collision System (PCS) untuk mencegah tabrakan, Lane Departure Alert (LDA) untuk menjaga mobil tetap di jalur, serta Dynamic Radar Cruise Control (DRCC) yang membantu menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. 

Teknologi ini telah diterapkan pada berbagai model Toyota, memberikan perlindungan yang lebih komprehensif bagi pengemudi dan penumpang.

Namun, penting untuk diingat bahwa TSS bukan pengganti kewaspadaan pengemudi, melainkan sistem pendukung yang membantu meningkatkan keselamatan dengan memberikan peringatan dan intervensi.

Toyota Safety Sense merupakan teknologi keselamatan canggih yang dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal saat berkendara. Tidak hanya mengandalkan satu fitur saja, Toyota Safety Sense terdiri dari berbagai sistem yang bekerja secara otomatis untuk membantu pengemudi mengurangi potensi kecelakaan. Berikut beberapa fitur TSS Toyota yang perlu Anda ketahui:

1. Pre-Collision System (PCS)

Pre-Collision System (PCS) merupakan salah satu fitur keselamatan unggulan dalam Toyota Safety Sense yang berfungsi untuk mengurangi risiko tabrakan dengan kendaraan di depan. Sistem ini menggunakan kombinasi kamera dan sensor radar untuk mendeteksi potensi benturan.

Saat ada risiko tabrakan, PCS akan memberikan peringatan audio dan visual kepada pengemudi. Jika pengemudi tidak segera merespons, sistem secara otomatis melakukan pengereman untuk mengurangi kecepatan atau bahkan menghentikan kendaraan guna menghindari kecelakaan. 

Fitur ini sangat berguna di jalanan perkotaan yang padat dan penuh kemungkinan situasi tak terduga, sehingga mampu memberikan perlindungan tambahan bagi pengemudi, penumpang, dan pengguna jalan lainnya.

2. Lane Departure Alert (LDA)

Lane Departure Alert (LDA) membantu pengemudi tetap berada di jalurnya dengan mendeteksi marka jalan menggunakan kamera khusus. Jika sistem mendeteksi kendaraan mulai keluar jalur tanpa mengaktifkan lampu sein, LDA akan memberikan peringatan agar pengemudi segera melakukan koreksi.

Fitur ini sangat berguna untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan atau kurangnya konsentrasi, terutama saat berkendara dalam perjalanan jauh atau di jalan tol.

Dengan adanya peringatan ini, pengemudi bisa lebih waspada dan menjaga kendaraan tetap berada di jalur yang benar.

3. Automatic High Beam (AHB)

Berkendara di malam hari kini menjadi lebih nyaman dengan fitur Automatic High Beam (AHB). AHB secara otomatis menyesuaikan intensitas cahaya lampu utama agar pengemudi mendapatkan visibilitas yang optimal tanpa mengganggu pengguna jalan lain.

Fitur ini menggunakan kamera untuk mendeteksi kendaraan di depan serta kendaraan dari arah berlawanan.

Ketika tidak ada kendaraan di sekitar, sistem akan mengaktifkan lampu jauh untuk pencahayaan maksimal. Sebaliknya, jika ada kendaraan lain yang terdeteksi, lampu akan beralih ke mode dekat guna menghindari silau bagi pengemudi lain.

4. Road Sign Assist (RSA)

Road Sign Assist (RSA) membantu pengemudi mengenali dan memahami rambu lalu lintas yang mungkin terlewatkan saat berkendara. RSA bekerja dengan kamera yang mampu mendeteksi berbagai tanda lalu lintas seperti batas kecepatan, larangan berbelok, atau tanda peringatan lainnya.

Informasi yang ditangkap oleh kamera ini kemudian ditampilkan pada layar instrumen atau head-up display di mobil, sehingga pengemudi dapat lebih mudah memahami kondisi lalu lintas di sekitarnya.

Dengan fitur keselamatan aktif ini, risiko pelanggaran lalu lintas dapat diminimalisir, sekaligus meningkatkan keselamatan berkendara.

5. Dynamic Radar Cruise Control (DRCC)

Dynamic Radar Cruise Control (DRCC) dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang lebih santai dan aman, terutama di jalan tol atau jalan bebas hambatan.

Fitur ini menggunakan radar dan kamera untuk mendeteksi keberadaan kendaraan di depan dan secara otomatis menyesuaikan kecepatan mobil agar tetap menjaga jarak aman.

Saat lalu lintas melambat, DRCC akan menyesuaikan kecepatan kendaraan secara otomatis. Begitu lalu lintas kembali lancar, sistem akan menyesuaikan kembali kecepatan sesuai dengan batas yang telah ditentukan.

Dengan fitur ini, pengemudi tidak perlu terus-menerus menginjak pedal gas dan rem, sehingga mengurangi kelelahan saat perjalanan panjang.

6. Lane Tracing Assist (LTA)

Lane Tracing Assist (LTA) bekerja dengan mendeteksi garis pembatas jalan dan kendaraan di depan untuk membantu kendaraan tetap berada di tengah jalur.

Fitur ini sangat berguna saat berkendara di jalan tol atau jalan bebas hambatan karena dapat mengurangi beban kerja pengemudi dalam perjalanan jarak jauh.

Selain memberikan peringatan jika kendaraan keluar jalur, LTA juga dapat melakukan koreksi kemudi ringan untuk menjaga mobil tetap berada di jalur yang benar. Dengan adanya fitur ini, pengemudi dapat menghindari potensi bahaya aman, terutama di jalan yang lurus dan panjang.

7. Full-Speed Range Dynamic Radar Cruise Control (DRCC)

Full-Speed Range Dynamic Radar Cruise Control merupakan versi lebih canggih dari DRCC standar, yang tidak hanya bekerja pada kecepatan tinggi tetapi juga mampu berfungsi hingga kendaraan berhenti sepenuhnya.

Fitur ini sangat bermanfaat saat berkendara dalam kondisi lalu lintas padat. Jika kendaraan di depan berhenti, sistem akan otomatis menghentikan kendaraan.

Sebaliknya, saat kendaraan di depan mulai bergerak kembali, sistem akan mengaktifkan akselerasi secara otomatis tanpa perlu intervensi dari pengemudi.

8. Intelligent Clearance Sonar (ICS)

Intelligent Clearance Sonar (ICS) adalah fitur yang sangat berguna saat berkendara di area parkir atau saat melakukan manuver mundur. Menggunakan sensor ultrasonik, ICS mendeteksi kendaraan atau objek di sekitar dan memberikan peringatan kepada pengemudi jika ada risiko benturan.

Jika pengemudi tidak merespons peringatan, ICS dapat secara otomatis mengaktifkan pengereman untuk mencegah tabrakan. Fitur ini sangat membantu dalam menghindari kecelakaan kecil yang sering terjadi saat parkir atau manuver di ruang sempit.