Makassar, Bineka.co.id – Momentum Hari Jadi ke-27 Kabupaten Luwu Utara tahun ini menjadi penanda kuat hadirnya pembangunan nyata dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menghadirkan berbagai program strategis yang menyentuh sektor infrastruktur, konektivitas, pertanian, hingga layanan dasar masyarakat.

Di wilayah pegunungan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, harapan mulai terlihat dari Kecamatan Rongkong. Pada Minggu (26/4/2026), Gubernur Sulsel melakukan groundbreaking pembangunan ruas jalan Sabbang–Tallang–Sae, jalur vital menuju Seko dan Rampi yang selama puluhan tahun terisolasi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, bersama masyarakat setempat yang selama ini mengandalkan jalur terbatas untuk mobilitas.

Ruas jalan ini akan ditangani melalui program preservasi sepanjang kurang lebih 141 kilometer dengan dukungan anggaran sekitar Rp70–80 miliar dari kolaborasi APBN dan APBD Provinsi Sulsel tahun 2026.

“Tentu kita apresiasi atas sinergitas Pemerintah Luwu Utara dan Pemprov Sulsel, khususnya kepada Bapak Presiden melalui Kementerian PU atas kolaborasi ini,” ujar Andi Sudirman.

Bagi masyarakat Rongkong dan Seko, pembangunan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan pembuka akses menuju layanan pendidikan, kesehatan, serta pasar ekonomi yang lebih luas.

“Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar pengerjaan jalan ini berjalan lancar dan manfaatnya segera dirasakan,” tambahnya.

Tak hanya di darat, terobosan juga hadir melalui konektivitas udara. Bertepatan dengan momentum hari jadi, Pemprov Sulsel meluncurkan penerbangan perdana rute Masamba–Makassar menggunakan pesawat ATR 72-500 milik Fly Jaya Airlines.

Rute ini disubsidi pemerintah provinsi dan mampu memangkas waktu tempuh dari sebelumnya 10–12 jam perjalanan darat menjadi sekitar satu jam.

Langkah ini membuka akses lebih cepat bagi aktivitas ekonomi, perjalanan dinas, hingga kebutuhan mendesak masyarakat.

“Saya mengajak masyarakat Luwu Utara dan sekitarnya untuk memanfaatkan penerbangan ini. Harus penuh penumpang agar layanan tetap berjalan optimal,” jelasnya.

Di sektor pertanian, Pemprov Sulsel juga menggenjot pembangunan melalui Paket 4 Multiyears Project (MYP) 2026–2027. Tiga daerah irigasi, yakni D.I Bungadidi, D.I Kuri-Kuri Kasambi, dan D.I Tubu Ampak, akan direhabilitasi dengan total anggaran sekitar Rp33,1 miliar.

Proyek ini ditargetkan menjangkau sekitar 6.400 hektare lahan persawahan guna meningkatkan produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Ini bentuk komitmen kami untuk memudahkan petani serta mendukung swasembada pangan nasional,” ungkapnya.

Selain itu, Pemprov Sulsel juga menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp7 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Utara untuk tahun anggaran 2026. Dana ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Perhatian terhadap layanan dasar juga diperkuat melalui penyerahan satu unit mobil operasional untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah Rongkong–Seko. Bantuan tersebut diserahkan di sela peringatan HUT ke-27 Luwu Utara di Kantor DPRD, Senin (27/4/2026).

Di sektor sosial, Pemprov Sulsel turut memberikan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) bagi korban longsor di Kecamatan Rongkong. Sebanyak 15 unit rumah menerima bantuan masing-masing Rp15 juta.

Tak ketinggalan, sektor ekonomi kerakyatan juga mendapat dorongan melalui bantuan sebesar Rp178 juta kepada pelaku UMKM di Luwu Utara, sebagai stimulus agar usaha kecil tetap tumbuh di tengah tantangan ekonomi.

Rangkaian program ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah terpencil.

Dari pembangunan jalan di pegunungan, konektivitas udara, hingga penguatan sektor pertanian dan UMKM, seluruhnya menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap Luwu Utara terus tumbuh, meningkatkan produktivitas pertanian, ekonomi rakyat, serta kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pegunungan dan pelosok,” pungkas Andi Sudirman.