Makassar, Bineka.co.id – Kalla Group melalui LAZ Hadji Kalla menggelar buka puasa bersama jurnalis dan mitra lembaga di Lobby Wisma Kalla, Kamis (26/2/2026). Momentum Ramadan 1447 Hijriah ini dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus pemaparan arah program kerja 2026.
Dalam kesempatan tersebut, LAZ Hadji Kalla mempresentasikan lima pilar program tahun 2026, yakni Islamic Care, Educare, Humanity and Environment, Community and Development, serta Economic Care. Pemaparan ini menjadi bagian dari komitmen transparansi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus memperkuat kolaborasi dengan media dan para mitra.
Direktur Eksekutif LAZ Hadji Kalla, Mohammad Zuhair, menjelaskan bahwa pada 2026 pihaknya mempertegas fokus jangka panjang pada asnaf fakir dan miskin sebagai penerima manfaat (mustahik) utama. Langkah ini selaras dengan dukungan terhadap program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem, khususnya di Pulau Sulawesi.
“Sebagai konsekuensinya, jumlah penerima bantuan mungkin terlihat stagnan. Namun kami berharap peluang mustahik untuk benar-benar terentaskan dari kondisi fakir atau miskin semakin besar,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas penyaluran ZIS melalui pendekatan pemberdayaan menjadi strategi utama. LAZ Hadji Kalla juga mengadopsi praktik-praktik terbaik yang telah teruji, baik dari pengalaman internal maupun referensi lembaga lain, agar manfaat dana ZIS bersifat berkelanjutan dan tepat sasaran.
Meski fokus pada fakir dan miskin, penyaluran kepada asnaf lain seperti muallaf, fi sabilillah, dan gharimin tetap berjalan. Bantuan diberikan dalam bentuk penguatan kapasitas, keterampilan, barang kebutuhan, hingga modal usaha.
Sebagai lembaga yang menghimpun ZIS dari perusahaan-perusahaan di bawah naungan Kalla, LAZ Hadji Kalla menerapkan prinsip distribusi berbasis wilayah penghimpunan. Artinya, zakat yang dikumpulkan di suatu daerah diprioritaskan untuk disalurkan kembali di wilayah tersebut. Karena itu, mayoritas program dijalankan di Pulau Sulawesi.
Pada bidang Islamic Care, sejumlah program keumatan dijalankan seperti Berbagi Iftar, Idul Fitri Bahagia, Tebar Dai DBS, Gema Soundsystem, Dakwah Qur’an Inklusif, Pemberdayaan Asnaf, dan Majelis Taklim Inspiratif. Selama Ramadan 1447 H, tiga program utama telah berjalan: Berbagi Iftar, Idul Fitri Bahagia, dan Tebar Dai.
Program Manager Islamic Care, Salman Febriansyah, menegaskan bahwa Ramadan menjadi momentum strategis memperluas dampak layanan.
“Kami memastikan program seperti Berbagi Iftar dan Idul Fitri Bahagia tidak hanya bersifat seremonial, tetapi tepat sasaran dan menjangkau masjid, komunitas dhuafa, panti asuhan, hingga pondok tahfidz di berbagai wilayah. Sementara Tebar Dai kami hadirkan untuk memperkuat literasi keislaman dan pendampingan masyarakat selama Ramadan,” jelasnya.
Di bidang Educare, program yang dijalankan meliputi Beasiswa Kalla, Beasiswa Keluarga Kalla, Keluarga Tangguh dan Akreditasi Mandiri, serta dukungan pendidikan untuk Sekolah Islam Athirah Bone.
Bidang Humanity and Environment berfokus pada bantuan penanggulangan bencana, mitigasi risiko bencana, layanan kesehatan seperti sirkumsisi bagi anak dhuafa, komunitas jantung sehat, rumah sehat cegah stunting, kampung hijau energi, hingga edukasi mangrove lestari.
Sementara itu, Community and Development menghadirkan program DBS untuk penguatan komunitas. Pada bidang Economic Care, terdapat program Pesantren Berdaya dan Mandiri, kesiapan magang luar negeri, serta Kalla Preneur yang mendorong lahirnya wirausaha tangguh dan berkelanjutan.
Program-program tersebut menyasar wilayah kerja Kalla di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, serta Jakarta dan sekitarnya untuk program Ramadan tertentu.
Melalui kegiatan ini, LAZ Hadji Kalla menegaskan komitmennya menghadirkan program yang berdampak, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas demi memperkuat kontribusi sosial bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan