Jakarta, Bineka.co.id – Realisasi penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp148,3 triliun per 6 September 2026. Angka tersebut masih berada di bawah target tahunan sebesar Rp250 triliun yang dipatok untuk 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Hasan Fawzi mengatakan, pencapaian target penghimpunan dana tidak hanya bergantung pada jumlah penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Menurutnya, kualitas keterbukaan informasi dan kesiapan perusahaan yang akan melantai di bursa tetap menjadi pertimbangan utama.

“Dalam mencapai target dimaksud, OJK tetap senantiasa mengedepankan pada kualitas keterbukaan informasi serta kesiapan calon emiten,” kata Hasan dalam jawaban tertulis di Jakarta, Rabu.

Hasan menegaskan, pengawasan dan pengembangan pasar modal tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan jumlah IPO, tetapi juga keseluruhan aktivitas penghimpunan dana di pasar modal.

Untuk memperluas jumlah perusahaan yang masuk bursa, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisasi kepada calon emiten. Salah satunya melalui kegiatan coaching clinic di sejumlah daerah.

Per 6 September 2026, terdapat tujuh perusahaan dalam proses pendaftaran IPO. Ketujuh perusahaan tersebut diperkirakan memiliki target penghimpunan dana maksimum sebesar Rp4,02 triliun.

Menanggapi realisasi IPO tahun ini yang lebih rendah, Hasan menyebut kondisi pasar global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat perusahaan untuk melantai di bursa.

“Termasuk meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi timing perusahaan untuk melaksanakan penawaran umum,” ujarnya.

Selain faktor eksternal, sejumlah rencana IPO saham juga belum mendapatkan persetujuan karena masih membutuhkan peningkatan kualitas keterbukaan informasi.

Dengan demikian, tantangan pencapaian target penghimpunan dana pasar modal tidak hanya berkaitan dengan jumlah perusahaan yang berminat melakukan IPO, tetapi juga kesiapan perusahaan memenuhi standar transparansi dan persyaratan yang berlaku.