NTT, Bineka.co.id – Pemerintah memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap terpenuhi. Menteri Pertanian menegaskan tidak boleh ada masyarakat terdampak bencana yang mengalami kelaparan akibat keterbatasan pangan selama berada di pengungsian.

Mentan menyampaikan, stok beras di NTT saat ini mencapai sekitar 39 ribu ton, sementara kebutuhan sekitar 34.600 pengungsi diperkirakan mencapai sekitar 300 ton per bulan. Dengan ketersediaan tersebut, stok beras dinilai cukup untuk menopang kebutuhan pengungsi dalam jangka panjang.

“Saya sudah sampaikan kepada posko: tidak perlu menunggu surat. Kapan pun membutuhkan beras, langsung minta, langsung kami kirim. Jangan biarkan masyarakat menunggu ketika kebutuhan pangan tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan langkah untuk memastikan distribusi pangan dapat dilakukan dengan cepat sesuai kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Ia menegaskan, penanganan pascagempa tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga pemulihan sektor pertanian yang terdampak.

Sawah dan jaringan irigasi yang mengalami kerusakan akan diperbaiki. Pemerintah juga menyiapkan bantuan berupa benih dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung masyarakat kembali menjalankan aktivitas pertanian.

Selain itu, tanaman perkebunan seperti kopi, kakao, dan kelapa yang mengalami kerusakan akibat bencana juga akan mendapat perhatian melalui bantuan penggantian tanaman.

Mentan menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan negara hadir di tengah masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

“Ini perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto. Negara harus hadir ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan,” tegasnya.

Ia berharap dukungan pemerintah dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan dan perekonomian masyarakat NTT setelah bencana.

“Pemerintah hadir. Kita tidak boleh membiarkan saudara kita berjuang sendirian,” pungkasnya.