Pasangkayu, Bineka.co.id – Pelajar hingga pelaku UMKM dan kaum perempuan di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, mendapat edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan. Dalam kegiatan tersebut, pelajar juga diingatkan agar menghindari judi online yang kini menjadi salah satu risiko dalam penggunaan layanan digital.
Kegiatan digelar Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Pemerintah Kabupaten Pasangkayu dan sektor jasa keuangan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) sekaligus rangkaian road to Bulan Inklusi Keuangan.
Peserta kegiatan berasal dari SMP 1 Pasangkayu, perwakilan pelaku UMKM, serta kaum perempuan di Kabupaten Pasangkayu.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mengatakan perkembangan teknologi membuat akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan semakin mudah dijangkau masyarakat, termasuk pelajar, pelaku UMKM, dan perempuan.
Namun, kemudahan akses tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman dan literasi keuangan yang memadai. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan keuangan secara bijak, mengelola pendapatan dan pengeluaran, serta mengenali risiko penggunaan layanan keuangan.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pasangkayu, Suhardi, mengapresiasi pelaksanaan edukasi keuangan yang menyasar pelaku UMKM dan kaum perempuan.
Menurutnya, edukasi tersebut penting untuk memperluas wawasan masyarakat mengenai isu keuangan, termasuk mengenali dan mengantisipasi praktik keuangan ilegal yang berpotensi merugikan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin sehingga manfaat edukasi keuangan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala SMP 1 Pasangkayu, Asrianur, mengatakan edukasi keuangan bagi pelajar diharapkan memberikan dampak positif terhadap generasi muda dalam memanfaatkan layanan keuangan.
Menurutnya, pemahaman tersebut juga penting untuk membantu pelajar menghindari berbagai risiko dalam penggunaan layanan digital, termasuk judi online.
Selain edukasi, peningkatan inklusi keuangan di Pasangkayu juga diarahkan melalui sejumlah program, antara lain penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM dan pembukaan rekening bagi pelajar.
Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan sejak dini.
Melalui rangkaian program Gencarkan dan road to Bulan Inklusi Keuangan, edukasi keuangan terus didorong untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, pelaku UMKM hingga kaum perempuan.

Tinggalkan Balasan