Bineka.co.id, Makassar – PT PLN (Persero) terus mengakselerasi pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan pascabanjir di wilayah Aceh. Pada momentum apel siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar di Kota Makassar, PLN kembali mengirimkan bantuan personel dari Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar).
Sebanyak 21 personel dari tim khusus Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) diberangkatkan untuk memperkuat upaya pemulihan pasokan listrik di daerah terdampak banjir di Aceh. Pengiriman ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam memastikan sistem kelistrikan kembali normal secepat mungkin.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menjelaskan bahwa tim kloter pertama yang diberangkatkan pada Minggu (7/12) lalu telah menunjukkan progres signifikan di lapangan. Tim tersebut berhasil melakukan perbaikan jaringan sekaligus pemancangan tiang listrik di total 93 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.
“Tim PLN UID Sulselrabar bekerja tanpa henti meskipun di tengah cuaca tidak bersahabat. Mereka harus melewati jalur berlumpur, membawa material secara manual, dan memastikan setiap pekerjaan aman. Kami juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat yang memberikan dukungan penuh sehingga progres perbaikan bisa berjalan baik,” ujar Edyansyah.
Ia menegaskan bahwa PLN UID Sulselrabar akan terus berkontribusi dalam pemulihan sistem kelistrikan di Aceh. Selain fokus pada perbaikan jaringan, tim khusus juga menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.
“Tim khusus PLN UID Sulselrabar menyalurkan langsung bantuan ke sejumlah desa terdampak di Kabupaten Aceh Utara, yakni Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Desa Rumoh Rauyek, Kecamatan Langkahan, serta Dusun Tanah Merah dan Dusun Bidari, Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan. Hal ini menjadi bukti bahwa di tengah bencana, PLN hadir tidak hanya membawa terang listrik, tetapi juga harapan dan kepedulian bagi masyarakat,” kata Edyansyah.
Bantuan yang disalurkan meliputi uang tunai, bahan makanan pokok, lampu darurat, serta obat-obatan guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan.
“Di tengah kondisi yang penuh keterbatasan, rekan-rekan tetap berdiri di garis depan demi memastikan listrik kembali menyala untuk masyarakat. Kami percaya tim khusus PLN UID Sulselrabar akan terus membantu menuntaskan sistem Kelistrikan di Aceh,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu personel tim pemulihan kelistrikan, Rudiansa, menyampaikan kesiapan tim saat pelepasan di Kota Makassar. Ia memastikan seluruh anggota tim telah siap secara fisik dan mental untuk menjalankan tugas di wilayah terdampak.
“Berdasarkan informasi tim khusus kloter satu, tantangan cuaca, medan dan akses adalah yang utama. Namun hal tersenut tidak menyurutkan semangat kami untuk bertugas membantu memulihkan pasokan listrik di Aceh,” ungkap Rudiansa.
Ia menegaskan bahwa tim akan terus bekerja maksimal di lapangan demi memastikan pasokan listrik di Aceh kembali andal dan stabil.

Tinggalkan Balasan