Makassar, Bineka.co.id Kampus Lingkar resmi diperkenalkan di Makassar, Sulawesi Selatan, melalui agenda soft opening yang menandai kehadirannya sebagai ruang pengembangan talenta muda di sektor seni, budaya, dan industri kreatif. Kehadiran institusi ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan penguatan sumber daya manusia kreatif, baik di tingkat nasional maupun global.

Didirikan oleh Michael Alfonsus Yalim bersama Juang Manyala, Kampus Lingkar mengusung model pendidikan vokasi berbasis kurikulum interdisipliner dengan sistem pembelajaran hybrid. Proses pembelajaran melibatkan praktisi dari tingkat lokal hingga internasional guna memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Juang Manyala menjelaskan, Kampus Lingkar merupakan sekolah vokasi pertama di Indonesia Timur yang secara khusus berfokus pada industri kreatif. Ia menyebutkan, pendekatan yang diusung tidak berbentuk pendidikan formal diploma, melainkan sistem nonformal yang tetap memberikan sertifikasi kepada peserta.

“Kampus Lingkar ini sekolah vokasi pertama di Indonesia Timur yang bergerak di industri kreatif, jadi kami bikin sekolah untuk semua kalangan, semacam non formal dan non diploma tapi sertified (ada sertifikasinya),” ujarnya Founder Prolog Fest itu

Ia menambahkan, selama ini pendidikan vokasi di Indonesia lebih banyak berorientasi pada sektor maritim dan manufaktur. Kampus Lingkar hadir untuk mengisi celah tersebut dengan menghadirkan pendidikan vokasi di sektor industri kreatif.

“Sebelumnya sekolah vokasi kebanyakan maritim, manufaktur, kini kita bikin industri kreatif,” lanjutnya.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah program pathway internship, yakni kurikulum yang dirancang terintegrasi dengan jalur magang langsung ke industri. Dalam bidang film, misalnya, peserta didik memiliki peluang untuk terhubung dengan rumah produksi seperti Miles Films dan mitra industri lainnya.

“Kami ada program pathway internship, misalnya kelas film, ada satu kurikulum yang membawa jalan anda magang ke industri film seperti Miles Film dan rumah produksi yang bekerja sama dengan kami,” jelas Juang.

Skema serupa juga diterapkan pada bidang lain seperti desain dan musik. Peserta dapat langsung terlibat dalam praktik industri, mulai dari perusahaan properti hingga promotor musik, yang menjadi pembeda Kampus Lingkar dibandingkan lembaga kursus pada umumnya.

Selain itu, Kampus Lingkar menghadirkan berbagai kelas yang mencakup subsektor industri kreatif, di antaranya kelas audio dan penulisan film. Saat ini, program yang berjalan masih berupa masterclass sebagai tahap awal sebelum pembukaan kelas reguler berdurasi panjang.

Juang menyebut sejumlah profesional telah terlibat dalam program ini, termasuk sineas Garin Nugroho serta praktisi teater dari Denmark.

“Kita baru bikin masterclass belum kelas panjang, jadi orang-orang profesional seperti Garin Nugroho, kemudian teman saya sutradara teater di Denmark, itu sebagai kelas pemanasan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem seni dan ekonomi kreatif. Ia menilai Kampus Lingkar berpotensi menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus tempat belajar bagi generasi muda melalui keterlibatan pelaku industri.

“Melalui Kampus Lingkar ini bisa berbagi pengalaman dan yang paling penting juga bisa belajar dengan orang yang lebih senior,” ujarnya.

Giring juga mengungkapkan bahwa kehadirannya tidak terlepas dari posisi Kampus Lingkar sebagai mitra Kementerian Kebudayaan dalam program manajemen talenta nasional. Program ini berfokus pada lima sektor utama, yakni seni rupa, musik, seni pertunjukan, film, dan sastra.

Kehadiran Kampus Lingkar diharapkan dapat memperkuat posisi Makassar sebagai gerbang Indonesia Timur sekaligus pusat pertumbuhan ekosistem seni dan industri kreatif di luar Pulau Jawa. Dengan pendekatan vokasi berbasis praktik, jejaring industri, serta sertifikasi, kampus ini diproyeksikan menjadi ruang pengembangan talenta sekaligus akselerator karier bagi generasi muda di sektor ekonomi kreatif.