Makassar, Bineka.co.id – Kalla Toyota tampaknya tidak terlalu terbebani dengan kehadiran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026. Sebab, distributor Toyota untuk wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), Barat, Tenggara dan Tengah tersebut telah memiliki ajang penjualan sendiri melalui Toyota Auto Show yang mampu mengumpulkan hampir 600 surat pemesanan kendaraan (SPK) hanya dalam sembilan hari penyelenggaraan.

Capaian tersebut menjadi modal dan standar tersendiri bagi Kalla Toyota menjelang GIIAS Makassar yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC).

“Sebenarnya, untuk Toyota, event ini bisa dikatakan seperti GIIAS sendiri. Sebab, di sana hanya ada lima unit kendaraan yang ditampilkan. Program yang tersedia di sana juga tersedia di sini. Bahkan, pilihan kendaraan di sini lebih lengkap karena seluruh lini produk tersedia,” ujar Marketing Manager Kalla Toyota, Suliadin saat ditemui awak media di Atrium Mall Ratu Indah (MaRi) Jumat 23 Oktober 2026.

Semua jenis kendaraan andalan Kalla Toyota juga sudah ditunjukkan pada event ini, termasuk teranyar yakni preview untuk Toyota Land Cruiser FJ.

“Preview Land Cruiser FJ pertama kali di kawasan (Indonesia) timur, Kota Makassar. Sebelumnya, beberapa bulan lalu kita sudah melihat kendaraan ini di GIIAS. Beberapa kota juga sudah menampilkannya dan sempat dilakukan test drive di daerah Yogyakarta bersama rekan-rekan media,” pungkasnya.

Potret preview Toyota Land Cruiser FJ. (Dok. Andi Alfath)

Kata Suliadin, ajang Toyota Auto Show yang bertepatan dengan HUT ke-74 Kalla serta momen akhir tahun menjadi kombinasi yang wahid menggaet para calon konsumen di wilayah timur Indonesia.

“Di tengah kondisi pasar yang sangat menantang dan banyaknya pilihan kendaraan saat ini, SPK kami dibandingkan bulan sebelumnya mengalami pertumbuhan dengan adanya event ini. Biasanya new year sale digelar pada Desember atau November. Namun, Oktober ini, bertepatan dengan ulang tahun Kalla ke-74, menjadi momen dan pemicu yang tepat,” jelasnya.

Mobil keluarga yakni Calya, Veloz dan Raize menjadi top tiga mobil paling diminati dengan SPK tertinggi. Ditambah lagi, para konsumen dimanjakan dengan segudang promo, seperti Smart Upgrade, dua kali bayar DP, deretan hadiah hiburan menarik, bunga mulai 0 persen tenor satu tahun dan masih banyak lagi.

Potret display Toyota Raize di Toyota Auto Show. (Dok. Andi Alfath)

“Pilihan-pilihan tersebut memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam membeli kendaraan di Kalla Toyota. Di GIIAS hanya ada beberapa model, seperti Veloz dan Land Cruiser. Sementara di sini kami menghadirkan lebih banyak pilihan kendaraan. Promo sama (di Kalla Auto Show dan GIIAS Makassar),” tegasnya.

Kendati mencatatkan SPK yang tinggi, Kalla Toyota kata Suliadin tetap akan mejeng di GIIAS Makassar karena merupakan event tahunan otomotif.

“Kami tetap ikut GIIAS karena itu merupakan program tahunan,” tutupnya.

Ekonom Sutarjo Tui menilai penyelenggaraan pameran yang berdekatan dengan GIIAS merupakan bagian dari strategi pemasaran, terutama dalam memanfaatkan momentum dan waktu untuk menarik konsumen.

“Siapa yang lebih dahulu menawarkan produknya memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pembeli. Itu disebut time value, yakni nilai atau manfaat yang diperoleh karena faktor waktu,” kata Sutarjo.

Dosen Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar itu menjelaskan, ketika sebuah perusahaan mengetahui ada pameran otomotif berskala nasional yang akan berlangsung, perusahaan lain dapat mengambil langkah lebih awal dengan menggelar kegiatan serupa. Strategi tersebut memungkinkan produsen menjangkau calon konsumen sebelum persaingan promosi semakin ramai.

Dalam konteks ini, Kalla Toyota Auto Show menjadi salah satu upaya Kalla Toyota mempertahankan pasar di tengah kehadiran GIIAS Makassar. Terlebih, kedua event menawarkan berbagai program promosi yang berpotensi menjadi pertimbangan konsumen sebelum membeli kendaraan.

Potret wartawan Bineka.co.id saat melihat-lihat interior mobil Toyota. (Dok. Andi Alfath)

Sutarjo mengatakan, keputusan konsumen membeli kendaraan tidak hanya dipengaruhi kebutuhan, tetapi juga harga, kualitas produk, serta promosi yang ditawarkan produsen.

“Kalau perusahaan mengadakan promosi, misalnya memberikan hadiah atau potongan harga bagi konsumen yang mendaftar selama periode promosi, tentu masyarakat akan tertarik datang,” jelasnya.

Menurutnya, momentum menjelang akhir tahun menjadi periode strategis bagi produsen otomotif untuk menggenjot penjualan. Kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan menjelang Natal dan Tahun Baru dapat dimanfaatkan melalui penawaran khusus.

Ia juga menilai semakin banyak pameran otomotif justru memberikan keuntungan bagi konsumen karena memiliki lebih banyak pilihan untuk membandingkan harga dan kualitas kendaraan.

“Semakin banyak pilihan bagi konsumen, semakin baik. Konsumen bisa membandingkan mana kendaraan yang mahal dengan kualitas tinggi dan mana yang lebih murah,” ujarnya.

Di sisi lain, Sutarjo menilai penyelenggaraan pameran otomotif secara berulang dapat memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi daerah. Aktivitas pengunjung berpotensi meningkatkan transaksi UMKM, restoran, hotel, hingga sektor parkir.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah memberikan kemudahan regulasi bagi penyelenggara kegiatan otomotif agar aktivitas ekonomi tersebut dapat terus berkembang.

Sutarjo juga menyoroti perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan. Menurutnya, kondisi daya beli tidak bisa semata-mata diukur dari aktivitas konsumsi barang di sektor riil karena sebagian masyarakat kini mengalihkan dana ke instrumen investasi seperti saham, emas, dan sukuk.

Ia menilai uang masyarakat masih tersedia, tetapi pola penggunaannya mengalami perubahan. Kondisi tersebut turut memengaruhi dinamika pasar otomotif dan sektor usaha lainnya.

“Yang terjadi adalah perubahan bisnis. Sekarang orang bisa membeli saham sambil minum kopi. Mereka juga bisa membeli emas sambil menikmati kopi. Dulu, orang datang ke kedai kopi hanya untuk minum dan menghabiskan uang. Sekarang perilakunya sudah berbeda,” tuturnya.