Jakarta, Bineka.co.id – Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menepis isu keretakan hubungan antara kedua lembaga penegak hukum. Mereka menegaskan bahwa koordinasi dan sinergi institusi tetap berjalan dengan sangat baik.
Dalam konferensi pers bersama, Jaksa Agung menjelaskan hubungan dekatnya dengan Kapolri yang sudah terjalin sejak lama. Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi rutin untuk membahas berbagai langkah perbaikan ke depan.
”Ini adalah silaturahmi yang biasa kami lakukan dan kami selalu berpikir bagaimana perbaikan ke depan lagi,” ujar ST Burhanuddin.
Beliau juga menekankan pentingnya sinergisitas proses hukum dari hulu ke hilir demi kepastian hukum masyarakat. Hubungan harmonis dari tahap penyelidikan hingga putusan pengadilan menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar.
”Hasil penyelidikan yang baik akan menghasilkan penuturan yang baik. Penuntutan yang baik akan menghasilkan putusan yang baik. Itu adalah kewajiban, keharusan kita bersinergi,” tambah Jaksa Agung.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus memperkokoh kerja sama dalam sistem peradilan pidana. Kerja sama ini menjadi semakin penting, terlebih dengan adanya implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.
Sebagai langkah nyata, kedua instansi berencana meningkatkan program kemitraan strategis dalam waktu dekat. Polri dan Kejaksaan Agung akan meluncurkan program pelatihan bersama untuk meningkatkan kapasitas aparat penegak hukum.
”Tadi ada rencana meningkatkan program kemitraan, tukar-menukar pendidikan antara jaksa dan polri, khususnya penyidik,” pungkas Jenderal Listyo Sigit.
Melalui program terobosan ini, koordinasi setiap langkah penegakan hukum diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan profesional.

Tinggalkan Balasan