Brazil, Bineka.co.id – Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, mengungkap alasan tidak ikut perayaan minum sampanye usai meraih podium ketiga di ajang Moto3 Brasil 2026.

Seusai balapan, tiga pembalap teratas naik ke podium. Pemenang lomba, Maximo Quiles, bersama peringkat kedua Marco Morelli bersiap membuka sampanye untuk selebrasi.

Namun, Veda memilih menepi dan tidak terlibat dalam tradisi tersebut. Ia hanya menyaksikan dari sisi podium, sementara dua pembalap lain tetap menghormati keputusannya dengan tidak menyemprotkan sampanye ke arahnya.

Setelah selebrasi selesai, Veda kembali bergabung untuk sesi foto bersama, namun tetap menggunakan minuman non-alkohol.

“Ya, karena saya masih di bawah 18 tahun memang belum boleh untuk itu ya. Terus juga, soalnya sampanye punya saya sendiri juga belum dibuka waktu itu, masih ada tutupnya, terus ya udah enggak ikut semprot-semprotan,” kata Veda dalam wawancara daring, Kamis (26/3) dikutip dari CNN Indonesia.

“Selain itu, karena saya muslim itu [alkohol] juga haram jadi ya enggak, enggak boleh,” ujarnya menambahkan.

Di lintasan, Veda tampil kompetitif sejak awal. Memulai balapan dari posisi keempat, ia sempat kesulitan menjaga ritme di kelompok depan.

Namun setelah balapan sempat dihentikan dengan red flag, performanya meningkat. Ia berhasil memperbaiki posisi secara bertahap hingga akhirnya mengunci podium ketiga di lap terakhir.

Hasil tersebut menjadi catatan bersejarah, karena Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium di ajang grand prix Moto3. Saat ini, ia juga menempati posisi ketiga klasemen sementara musim 2026.

Selanjutnya, Veda dijadwalkan tampil pada seri berikutnya di Circuit of the Americas, Amerika Serikat, pada 27–29 Maret waktu setempat.