Bineka.co.id, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkota) Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan sosial yang responsif, adaptif, dan tepat sasaran.

Melalui Dinas Sosial (Dinsos), Pemkot Makassar melakukan terobosan dengan memanfaatkan mobil-mobil aset daerah yang sebelumnya tidak terpakai alias mobil bekas untuk dijadikan kendaraan operasional penjangkauan sosial.

Langkah inovatif ini diarahkan untuk menunjang penanganan anak jalanan, penyaluran bantuan sosial, hingga kegiatan penjangkauan dan razia terpadu di berbagai titik Kota Makassar. Selain efisien dari sisi anggaran, kebijakan tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Inovasi ini ditandai dengan peluncuran enam unit kendaraan operasional penjangkauan yang digunakan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang Dinas Sosial Kota Makassar. Launching dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Anjungan Pantai Losari, Rabu (14/1/2026).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi langkah Dinas Sosial yang mampu mengoptimalkan aset idle menjadi armada operasional yang fungsional dan berdampak langsung pada pelayanan masyarakat.

“Menurut saya, ini sesuatu yang sangat kreatif yang dilakukan oleh teman-teman di Dinas Sosial. Ini memperlihatkan bahwa ketika ada niat dan upaya, insyaallah akan berbuah hasil yang baik,” ujarnya.

Munafri menjelaskan, kebutuhan kendaraan operasional untuk kegiatan penjangkauan sosial sebelumnya telah disampaikan oleh Dinas Sosial. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkot Makassar memilih memaksimalkan mobil aset daerah yang sudah lama tidak digunakan.

“Saya disampaikan bahwa Dinas Sosial butuh kendaraan operasional untuk melakukan jangkauan-jangkauan terhadap kegiatan sosial yang akan dilaksanakan,” tuturnya.

“Di bagian aset kita, ada beberapa mobil yang sebenarnya sudah lama tidak terpakai dan bisa dimaksimalkan dengan baik,” sambung Appi.

Ia bahkan membuka peluang penambahan armada serupa apabila masih terdapat kendaraan aset yang belum dimanfaatkan. Menurutnya, langkah ini seharusnya menjadi contoh bagi seluruh organisasi perangkat daerah untuk terus berinovasi tanpa selalu bergantung pada anggaran besar.

“Kalau masih ada, saya akan coba cek, dan kalau ada lagi akan saya serahkan. Ini juga harus menjadi contoh bagi dinas-dinas lain untuk terus berinovasi, tidak selalu menunggu anggaran besar,” tegasnya.

Meski demikian, Munafri mengingatkan pentingnya kesiapan teknis kendaraan agar operasional berjalan optimal dan tidak menghambat pelayanan di lapangan.

“Kalau mobil bekas memang harus disiapkan bengkelnya. Jangan sampai satu kali jalan, tiga kali mogok. Pastikan semuanya bisa berjalan dengan baik,” pesannya.

Ia optimistis, dengan perbaikan yang memadai, kendaraan-kendaraan tersebut masih sangat layak digunakan untuk mendukung pelayanan sosial di Kota Makassar.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya mobil ini, persoalan-persoalan sosial di Kota Makassar bisa lebih cepat kita selesaikan secara bersama-sama,” tutup Munafri.

Sementara itu, Kepala DinsosKota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menjelaskan bahwa kendaraan operasional yang diluncurkan merupakan hasil optimalisasi aset pemerintah daerah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal.

“Mobil yang kita maksimalkan ini. Satu di antaranya berasal dari Dinas Kesehatan, kemudian ada juga kendaraan dari Dalmas,” ungkap Andi Bukti Djufrie.

Ia menambahkan, seluruh kendaraan telah melalui proses rebranding sehingga layak digunakan sebagai armada operasional penjangkauan sosial.

“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa dengan adanya mobil ini, sangat membantu teman-teman di rehabilitasi sosial (resos) dalam melakukan penjangkauan,” jelasnya.

Menurut Andi Bukti, kehadiran armada operasional tersebut sangat krusial untuk menunjang mobilitas petugas dalam menangani persoalan sosial yang membutuhkan respons cepat dan tepat.

“Pemanfaatan kendaraan yang ada akan berdampak langsung pada efektivitas penanganan masalah sosial di Kota Makassar,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Makassar, Muhammad Zuhur Daeng Ranca, menyampaikan bahwa enam unit kendaraan operasional tersebut digunakan oleh Tim Reaksi Cepat Saribattang yang merupakan tim gabungan lintas sektor.

TRC Saribattang melibatkan Dinas Sosial, Kepolisian, Satpol PP, serta unsur TNI guna memastikan penanganan persoalan sosial berjalan terpadu dan efektif.

“Enam unit kendaraan operasional ini digunakan untuk melakukan peninjauan langsung di lapangan berdasarkan laporan warga terkait permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat,” kata Zuhur.

Ia menjelaskan, penjangkauan dilakukan berdasarkan laporan yang masuk melalui aplikasi Lontara, dengan fokus utama pada penanganan anak jalanan di persimpangan lampu merah dan titik-titik rawan lainnya.

“Misalnya ada laporan anak jalanan yang berkeliaran di lampu merah, maka tim kami langsung melakukan penjangkauan ke titik yang dilaporkan melalui aplikasi Lontara,” jelasnya.

Selain anak jalanan, TRC Saribattang juga menangani kelompok rentan lainnya, seperti orang terlantar dan lanjut usia yang tidak memiliki keluarga atau tempat tinggal.

“Tim kami tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi juga mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan,” ungkapnya.

“Jika yang dibutuhkan bersifat mendesak seperti makanan, maka langsung kami bantu,” lanjut dia.

Untuk penanganan lanjutan, Dinsos juga berkolaborasi dengan fasilitas penampungan di bawah Kementerian Sosial yang berada di Kota Makassar.

“Untuk penanganan lanjutan, kami juga berkolaborasi dengan penampungan yang ada di bawah Kementerian Sosial di Kota Makassar, sehingga perhatian dan perlindungan terhadap warga yang membutuhkan bisa lebih optimal,” tutupnya.