Makassar, Bineka.co.id – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Amran Sulaiman, memastikan bahwa swasembada pangan Indonesia berada dalam kondisi aman pada tahun 2026 dan mampu menghindari impor beras. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk optimisme atas capaian nasional yang dinilai tidak lepas dari kerja keras berbagai pihak, termasuk dukungan KKSS dalam memperkuat sektor pertanian nasional.
Hal tersebut diungkapkan Amran dalam sambutannya pada Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXIV, Kamis 26 Maret 2026. Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga swasembada pangan menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Amran menceritakan dirinya diminta Presiden untuk menangani swasembada pangan dan menghindari impor beras. Ia menilai, dengan kolaborasi yang kuat serta dukungan jaringan KKSS di berbagai daerah, upaya tersebut dapat diwujudkan secara nyata dalam waktu relatif singkat.
“Indonesia tidak akan impor beras, itu semua karena persatuan KKSS, di KKSS ada 10 gubernur sehingga Indonesia mampu swasembada pangan dan tercepat di Indonesia,” ucapnya.
Lebih lanjut, Amran juga menyampaikan bahwa capaian swasembada pangan turut diperkuat dengan peningkatan cadangan beras nasional yang kini mampu memenuhi target pemerintah. Ia menyebut, kapasitas penyimpanan yang sebelumnya belum pernah terisi penuh kini justru mengalami peningkatan signifikan.
“Kami yakin rakyat Indonesia mampu memenuhi swasembada pangan ditengah jutaan manusia terancam kelaparan akibat buka tutup selat Hormus. Saat ini penyimpanan dengan kapasitas 3 juta ton yang sepanjang sejarah tak pernah penuh, tetapi berkat KKSS kita bahkan menambah penyimpanan dengan 2 juta ton,” bebernya.
Dalam konteks global, Amran menilai situasi geopolitik seperti gangguan distribusi di Selat Hormuz menjadi pengingat pentingnya kemandirian pangan. Oleh karena itu, swasembada pangan tidak hanya menjadi target nasional, tetapi juga strategi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia.
Lebih jauh, ia mengatakan banyak pihak yang tidak senang jika negara ini swasembada pangan. Namun demikian, Amran menegaskan bahwa persatuan dan komitmen seluruh elemen bangsa menjadi kunci dalam mempertahankan capaian tersebut.
“Itu karena keuntungan triliunan yang bisa mereka dapat dan lama mereka membangun. Namun saya yakin petani Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan, tentunya juga dengan bantuan KKSS,” tandasnya.
Dengan capaian ini, Amran kembali mengajak seluruh masyarakat, khususnya jaringan KKSS, untuk terus menjaga kolaborasi dan memperkuat peran sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa swasembada pangan harus menjadi gerakan bersama demi memastikan ketahanan bangsa tetap terjaga di masa mendatang

Tinggalkan Balasan