Makassar, Bineka.co.id – Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Dharmawirawan Pepabri Sulsel, Mayjen TNI (Purn) H. Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, S.H., M.H. secara resmi melantik Marsma TNI (P) Dr. Ir. Andi Sutomo, ST, SH, M.Si (Han), CEH, IPP sebagai Rektor Universitas Pepabri Makassar Periode 2026-2030, berlangsung di Hotel M-Regency, Rabu 1 April 2026.
Andi Sutomo usai dilantik sebagai rektor menegaskan bahwa jabatan yang diembannya bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada institusi tetapi juga kepada Allah. Ia menyebut telah menyiapkan sejumlah rencana strategis untuk membawa kampus ke arah yang lebih baik.
“Fokus utamanya tidak hanya pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan fondasi internal sebagai kunci kemajuan jangka panjang,” ujarnya kepada Bineka.co.id.
Menurut Andi Sutomo, langkah awal yang menjadi prioritas adalah memperkuat soliditas internal. Ia menilai bahwa sinergi seluruh civitas akademika merupakan kunci utama dalam mencapai visi universitas.
Menurutnya, tanpa kebersamaan dan kesatuan langkah, sulit bagi sebuah perguruan tinggi untuk berkembang secara optimal. Oleh karena itu, upaya “merekatkan barisan” menjadi strategi pertama yang akan dijalankan, agar seluruh elemen kampus dapat bergerak dalam satu arah yang sama.

“Selain penguatan internal, pembenahan tata kelola perguruan tinggi juga menjadi agenda penting. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup berbagai aspek krusial,” tambahnya.
“Mulai dari proses rekrutmen mahasiswa, sistem pembelajaran, hingga manajemen keuangan akan ditinjau ulang untuk memastikan semuanya berjalan efektif dan transparan. Mengingat posisi perguruan tinggi yang berada di bawah naungan yayasan, sehingga akuntabilitas menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pihak kampus memiliki tanggung jawab berjenjang, mulai dari rektor kepada yayasan, hingga yayasan kepada pembina. Karena itu, sistem tata kelola yang baik menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan semua pihak.
Dalam pernyataannya, Rektor juga menekankan pentingnya mentalitas dalam menghadapi tantangan. Ia menegaskan bahwa tantangan bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan dihadapi dengan kesiapan dan keyakinan.
Optimisme tersebut didasarkan pada dukungan penuh dari seluruh civitas akademika dan stakeholder yang ada. Dengan kolaborasi yang kuat, ia yakin berbagai hambatan yang ada dapat dilalui dengan baik.

Tinggalkan Balasan