Luwu Utara, Bineka.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) memastikan pembangunan jalan di Kecamatan Seko, Luwu Utara (Lutra) mulai tahun ini. Pembangunan ruas jalan tersebut dikolaborasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) dengan total alokasi anggaran mencapai Rp 68 miliar.
Diketahui, perjalanan menuju Kecamatan Seko masih harus melewati jalan berlumpur dan berbatu serta jembatan kayu. Kendaraan roda empat hanya dapat mencapai Dusun Paladoan, sebelum perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan roda dua.
Pemprov Sulsel telah mengintervensi pembukaan akses menuju Kecamatan Seko, Luwu Utara, sepanjang 15,45 kilometer. Rencana pembangunan akses jalan di medan ekstrem tersebut diintervensi Pemprov Sulsel melalui skema Instruksi Jalan Daerah (IJD).
ADVERTISEMENT
KemenPU bersama Pemprov Sulsel telah menyepakati skema pembiayaan bersama. KemenPU mengalokasikan anggaran sebesar Rp 48 miliar, sementara Pemprov Sulsel menyiapkan Rp 20 miliar.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Andi Ihsan menjelaskan, proses lelang dari anggaran KemenPU dilakukan secara terpisah dengan APBD Sulsel. Saat ini paket pekerjaan dari KemenPU telah memiliki pemenang proyek.
“Kita sedang proses juga ini, secepatnya kita lelang (pembangunan jalan Seko di Luwu Utara),” kata Andi Ihsan dalam keterangannya, Kamis (29/1).
Ihsan menjelaskan, proses lelang dari anggaran KemenPU dilakukan secara terpisah dengan APBD Sulsel. Saat ini paket pekerjaan dari KemenPU telah memiliki pemenang dan akan segera melakukan pembangunan begitu penandatanganan kontrak kerja dilakukan.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pembangunan jalan menuju Seko akan dilakukan secara bertahap. Anggaran dialokasikan melalui skema pembiayaan bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Insyaallah 2026 kita bersama pusat patungan untuk jalan Seko. Total 68 miliar untuk tembuskan jalan ke Seko, doakan 2027 (rampung) karena bertahap. Semoga semua lancar,” kata Andi Sudirman dalam keterangannya, Minggu (4/1).
Andi Sudirman berharap, pembangunan akses jalan ke Seko membuka keterisolasian wilayah. Jika akses Seko terbuka, distribusi logistik akan lancar serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan Lutra.
“Kami butuh proses tapi kita semua warga Luwu Utara harus jaga bersama bahwa ini bukan jalan untuk akses penebangan pohon ilegal tapi untuk akses membantu warga terkoneksi,” ungkap Andi Sudirman.
Pemprov Sulsel memastikan kawasan Luwu Raya menjadi prioritas pembangunan. Pemprov tidak hanya fokus membangun Seko di Luwu Utara, tetapi juga menyasar pembangunan infrastruktur di Palopo, Luwu, hingga Luwu Timur.
Total Rp 1,041 triliun anggaran pembangunan telah dikucurkan di kawasan Luwu Raya. Anggaran itu diakomodir melalui APBD Pemprov Sulsel dan APBN 2025.
Anggaran tersebut melampaui kontribusi pendapatan daerah Luwu Raya ke kas Pemprov Sulsel yang tercatat sebesar Rp 806 miliar berdasarkan data realisasi APBD Sulsel tahun anggaran 2025. Kontribusi pendapatan tersebut berasal dari seluruh jenis pajak daerah.
Sementara belanja pembangunan yang dialokasikan Pemprov Sulsel untuk Luwu Raya melalui APBD Provinsi Sulsel mencapai Rp 935 miliar. Angka ini belum termasuk tambahan dukungan APBN melalui berbagai skema pembiayaan yang difasilitasi Pemprov Sulsel ke pemerintah pusat.
Salah satu porsi anggaran terbesar dialokasikan melalui skema Multi Years Contract (MYC) dengan nilai hampir Rp 400 miliar. Anggaran tersebut menjadi alokasi MYC terbesar dibandingkan wilayah lain di Sulsel.
Program MYC ini mencakup pembangunan satu unit rumah sakit regional modern dan terlengkap di Kabupaten Luwu. Selain itu ada penanganan jaringan irigasi sepanjang 58.540 meter untuk mendukung daerah irigasi seluas sekitar 11.000 hektare.
Adapula peningkatan jalan strategis kewenangan provinsi sepanjang lebih dari 35 kilometer. Selain melalui APBD, dukungan APBN untuk sektor pertanian di Luwu Raya mencapai Rp 107 miliar.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Andi Ihsan memaparkan, sejumlah paket penanganan jalan strategis di Luwu Raya saat ini tengah berproses pada tahap lelang. Pembangunan jalan dilakukan secara bertahap.
Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), paket VI perbaikan jalan menyasar ruas Batas Kabupaten Toraja Utara-Pantilang-Bua sepanjang 3 kilometer dan Tedong Bonga-Buntao-Batas Kabupaten Luwu sepanjang 25,96 kilometer.
Ruas lainnya meliputi Pantilang-Bonglo-Batas Kota Palopo sepanjang 17,43 kilometer, Batas Kabupaten Luwu-Latuppa sepanjang 5,17 kilometer, serta tiga ruas jalan di Kota Palopo, yakni Jalan Samiun sepanjang 0,25 kilometer, Jalan Opu Tosappaile sepanjang 1,35 kilometer, dan Jalan Pong Simpin sepanjang 4,82 kilometer.
“Paket-paket infrastruktur di wilayah Luwu Raya sudah merupakan bentuk atensi Pemprov Sulsel terhadap pembangunan Luwu Raya,” ujar Sekda Sulsel Jufri Rahman dalam keterangannya.

Tinggalkan Balasan