Makassar, Bineka.co.id – Kinerja perbankan syariah di Sulawesi Selatan pada awal 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat. Data per Januari 2026 mencatat sejumlah indikator utama industri ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat total aset perbankan syariah mencapai Rp21,20 triliun atau tumbuh 26,19 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kepala OJK Sulselbar, Muh. Muchlasin menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut juga diikuti peningkatan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tercatat sebesar Rp14,69 triliun atau naik 23,61 persen (yoy). Sementara itu, penyaluran pembiayaan perbankan syariah turut mencatatkan kinerja positif dengan nilai mencapai Rp17,92 triliun atau tumbuh 25,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi intermediasi, kinerja perbankan syariah juga tergolong kuat dengan rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga yang mencapai 122,00 persen. Di sisi lain, tingkat pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) masih terjaga pada level 1,77 persen.
Capaian ini menunjukkan sektor perbankan syariah masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar sekaligus memperlihatkan tingkat kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan keuangan berbasis prinsip syariah.

Tinggalkan Balasan