Bone, Bineka.co.id – Momentum Hari Jadi Bone ke-696 tidak hanya dirayakan melalui seremoni dan tradisi adat, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi berbagai elemen masyarakat, termasuk para tokoh pemuda. Eks Ketua Umum Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Bone (Hipma Bone), Mastan, menyampaikan pesan penuh makna yang menegaskan pentingnya persatuan dalam membangun daerah.
Mastan mengungkapkan bahwa Hipma Bone merupakan organisasi yang didirikan pada tahun 2012 dengan akta notaris resmi serta telah terdaftar melalui Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM. Meski secara administratif saat ini tidak lagi aktif, ia menegaskan bahwa hubungan silaturahmi dan komunikasi antar pengurus tetap terjaga hingga sekarang, menjadi bukti kuatnya ikatan emosional dalam organisasi tersebut.
Dalam peringatan Hari Jadi Bone tahun ini, Mastan mewakili rekan-rekannya di Hipma Bone menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar bagi kemajuan daerah. Ia berharap momentum Hari Jadi Bone ke-696 dapat menjadi titik kebangkitan untuk mendorong pembangunan yang lebih progresif dan berkelanjutan.
“Selamat Hari Jadi Bone yang ke-696 tahun. Semoga dengan momentum hari jadi ini, Kabupaten Bone yang kita cintai bersama bisa lebih maju dan sukses. Sumange Tealara, semangat pantang menyerah, harus menjadi landasan dalam memajukan Wanua Bone,” ujar Mastan.
Lebih lanjut, Mastan juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Bugis yang sarat makna sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat. Filosofi “Sipakatau, sipakalebbi, sipakainge” yang berarti saling memanusiakan, saling menghormati, dan saling mengingatkan, disebutnya sebagai prinsip penting yang harus terus dijaga dalam perjalanan pembangunan Bone ke depan.
Ia juga mengingatkan pesan bijak lainnya, “Ya tutu ya upe, ya capa ya cilaka”, yang mengandung makna bahwa kehati-hatian akan membawa keselamatan, sementara kelalaian dapat berujung pada risiko. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di era modern.
Tak hanya itu, Mastan turut menegaskan pentingnya solidaritas melalui ungkapan “Rebba sipatokkong, mali siparappe, malilu sipakainge” yang berarti saling menguatkan saat jatuh, saling menolong saat menghadapi kesulitan, serta saling mengingatkan ketika lalai. Menurutnya, semangat ini menjadi kunci dalam memperkuat kebersamaan masyarakat Bone.
Sebagai penutup, ia menekankan filosofi “Masseddi patarompoi Wanua Bone” yang mencerminkan persatuan tanpa batas dalam membangun daerah. Nilai ini sejalan dengan tema besar Hari Jadi Bone tahun ini yang mengedepankan kolaborasi dan gotong royong lintas generasi.
Peringatan Hari Jadi Bone ke-696 diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya, meningkatkan partisipasi pemuda, serta mendorong percepatan pembangunan daerah yang inklusif dan berdaya saing di tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan