Bineka.co.id, Kendari – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) terus memperkuat komitmennya dalam menanamkan budaya keselamatan berkendara di kalangan generasi muda. Sepanjang Januari 2026, Asmo Sulsel menyambangi tiga sekolah di Kota Kendari untuk menggelar edukasi safety riding, yakni SMAN 4 Kendari, SMK Satria Kendari, dan SMKN 1 Kendari.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Asmo Sulsel selaku main dealer sepeda motor Honda di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon dalam membangun kesadaran berkendara aman sejak usia pelajar.
Edukasi pertama digelar di SMAN 4 Kendari pada Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan tersebut dipandu oleh Wanny, instruktur safety riding Asmo Sulsel, yang membekali para siswa dengan pemahaman dasar keselamatan berkendara sesuai kondisi lalu lintas sehari-hari. Materi yang disampaikan meliputi tips berkendara aman, faktor penyebab kecelakaan, hingga pentingnya menjaga fokus dan sikap saat berada di jalan.
Selain aspek teknis, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan perlengkapan berkendara yang lengkap dan sesuai standar, seperti helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu, sebagai perlindungan dasar saat berkendara. Sekitar 60 siswa mengikuti sesi ini dengan antusias, ditandai dengan keaktifan peserta dalam mengajukan pertanyaan seputar praktik berkendara aman.
“Melalui edukasi safety riding ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa berkendara aman adalah tanggung jawab setiap individu. Mulai dari mempersiapkan diri, menggunakan perlengkapan yang tepat, hingga memahami risiko di jalan, semuanya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh,” ujar Wanny.
Keesokan harinya, Jumat, 23 Januari 2026, Asmo Sulsel melanjutkan edukasi safety riding di SMK Satria Kendari. Masih dipandu oleh Wanny, materi disampaikan dengan pendekatan komunikatif dan relevan dengan keseharian pelajar. Dalam sesi ini, para siswa diajak memahami bahwa keselamatan berkendara tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengendalikan sepeda motor, tetapi juga menyangkut sikap, pengambilan keputusan, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Berbagai risiko yang kerap dihadapi pengendara muda turut dibahas, mulai dari kurangnya fokus, kondisi fisik yang tidak prima, hingga kebiasaan mengabaikan rambu dan peraturan. Sekitar 50 siswa SMK Satria Kendari mengikuti kegiatan ini dengan antusias dan terlibat aktif dalam diskusi.
“Anak muda memiliki mobilitas yang tinggi, sehingga penting untuk dibekali pemahaman yang benar sejak awal. Berkendara aman bukan hanya untuk menghindari kecelakaan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap pengguna jalan lain,” ungkap Wanny.
Masih pada hari yang sama, Asmo Sulsel juga menggelar edukasi safety riding di SMKN 1 Kendari yang diikuti oleh sekitar 65 siswa. Kegiatan ini dipandu oleh Rahmad Alzadiman, instruktur safety riding Asmo Sulsel wilayah Sulawesi Tenggara. Dalam pemaparannya, Rahmad menekankan bahwa keselamatan berkendara merupakan kombinasi antara teknik, sikap, dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan.
Ia mengulas sejumlah faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas, seperti kurangnya konsentrasi, kondisi tubuh yang tidak siap, serta kebiasaan melanggar aturan. Selain itu, penggunaan perlengkapan berkendara lengkap, mulai dari helm standar, jaket, sarung tangan, sepatu, hingga celana panjang, kembali ditegaskan sebagai bagian penting dari keselamatan pengendara.
“Pelajar merupakan calon pengendara aktif di masa depan. Jika sejak sekarang sudah dibekali pemahaman keselamatan berkendara yang benar, harapannya mereka bisa lebih siap, lebih peduli, dan mampu melindungi diri sendiri maupun orang lain di jalan,” ujar Rahmad.
Marketing Manager Asmo Sulsel wilayah Sulawesi Tenggara dan Ambon, Erick Winardi Kusumo, menegaskan bahwa rangkaian edukasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menyebarkan pesan keselamatan berkendara secara merata.
“Kami tidak ingin edukasi safety riding hanya terpusat di satu wilayah saja. Asmo Sulsel berkomitmen untuk terus hadir di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, hingga Ambon, agar pesan keselamatan berkendara dapat diterima secara luas dan konsisten,” jelas Erick.
Melalui kunjungan ke tiga sekolah di Kendari ini, Asmo Sulsel berharap para pelajar tidak hanya memahami pentingnya keselamatan berkendara, tetapi juga mampu menjadi pelopor dan agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Dengan semangat kampanye #Cari_Aman, edukasi safety riding akan terus digencarkan untuk menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan tertib ke depan.

Tinggalkan Balasan