Bineka.co.id, Makassar – Universitas Islam Makassar (UIM) memilih momentum bernilai spiritual tinggi dalam pelaksanaan wisuda tahun 2026. Sebanyak 547 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai lulusan bertepatan dengan Nisfu Syaban, Selasa, 3 Februari 2026, yang digelar di Ballroom Anging Mammiri, Hotel Dalton, Makassar.

Pemilihan hari Nisfu Syaban sebagai waktu pelaksanaan wisuda disebut bukan keputusan biasa. Rektor UIM, Prof Muammar Bakri, menegaskan momen tersebut dipilih agar capaian akademik para wisudawan sejalan dengan penguatan nilai filosofis dan spiritual dalam menapaki fase kehidupan berikutnya.

“Ini bukan sekadar wisuda biasa. Kami ingin melahirkan strong and comprehensive scholar, sarjana yang kuat secara intelektual dan komprehensif dalam memandang kehidupan,” ujar Prof Muammar kepada awak media selepas prosesi wisuda.

Ia menjelaskan, Nisfu Syaban memiliki makna penting dalam tradisi Islam sebagai malam yang diyakini menjadi penentuan nasib manusia selama satu tahun ke depan, mulai dari rezeki, jodoh, umur, hingga kesehatan.

“Kita persis berada di tanggal 15 Syaban. Syaban itu bermakna kekuatan dan kompleksitas. Malam Nisfu Syaban diyakini sebagai malam penentuan nasib seseorang. Karena itu, kami berharap momentum ini menjadi titik awal terbaik bagi para lulusan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof Muammar memaknai wisuda yang digelar di Nisfu Syaban sebagai simbol perjalanan akademik sekaligus kemanusiaan mahasiswa, sejak proses menimba ilmu hingga menyandang gelar sarjana.

“Filosofi sarjana adalah orang yang memiliki kebijaksanaan. Maka harapan kami, lulusan UIM mampu menyikapi problematika hidup dengan arif dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Wisuda UIM 2026 diikuti lulusan dari berbagai fakultas dan program pascasarjana, mencerminkan keberagaman bidang keilmuan yang dikembangkan di lingkungan kampus tersebut.

Adapun jumlah wisudawan UIM 2026 terdiri atas Fakultas Agama sebanyak 45 orang, Fakultas Hukum 33 orang, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan 28 orang, Fakultas Ners 26 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 75 orang, Fakultas MIPA 48 orang, Pascasarjana Pertanian 36 orang, Pascasarjana Agama 34 orang, Fakultas Pertanian S1 50 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 61 orang, serta Fakultas Teknik sebanyak 116 orang.