Bineka.co.id, Makassar – Salah satu modifikasi yang dilakukan pemilik motor adalah mengganti roller bawaan dengan yang lebih berat. Modifikasi ini memang cukup populer untuk mengubah karakter tenaga motor, khususnya tipe matic yang mengandalkan sistem CVT.
Tapi sebelum kamu buru-buru ke bengkel, penting sekali untuk tahu kelebihan dan kekurangannya. Jangan sampai harapan mendapatkan performa yang lebih baik malah berujung pada pengalaman berkendara yang mengecewakan.
Yuk, simak ulasan lengkap soal kelebihan, kekurangan, hingga tips merawatnya melalui artikel di bawah ini!
Kelebihan Roller Lebih Berat dari Standar
Beberapa kelebihan yang akan kamu dapatkan ketika mengganti roller ke yang lebih berat adalah:
1. Top Speed Lebih Tinggi
Roller yang lebih berat membuat nafas mesin terasa lebih panjang, apalagi saat kamu ada di putaran atas. Aspek ini akan sangat cocok jika kamu sering berkendara di jalur panjang atau ingin mengejar kecepatan maksimum.
2. Lebih Irit BBM di Jalan Rata dan Panjang
Karena putaran mesin bisa lebih rendah saat cruising, konsumsi bahan bakar motor bisa lebih hemat daripada menggunakan roller ringan. Efek ini akan terasa saat kamu berkendara santai di jalan bebas hambatan atau rute lurus yang minim stop-and-go.
Kekurangan Roller Lebih Berat dari Standar
Walaupun menawarkan keuntungan di sisi top speed dan efisiensi, pemakaian roller berat tetap punya sisi minus yang tidak boleh diabaikan, yaitu:
1. Akselerasi Bawah Jadi Lemot
Saat berkendara pada putaran bawah atau di tarikan awal, motor biasanya akan terasa kurang bertenaga. Efeknya, motor kamu pun terasa lebih lambat saat mulai melaju atau melewati tanjakan curam.
2. Tidak Cocok untuk Mesin Standar
Jika roller yang terlalu berat kamu pasang di motor dengan spesifikasi mesin standar, hal ini justru bisa membuat performanya menurun. Buktinya terlihat dari menurunnya akselerasi dan sulitnya top speed naik secara signifikan.
Karena itulah banyak yang menetapkan batas aman untuk menaikkan berat roller hanya satu sampai dua gram dari bawaan.
3. Kurang Responsif di Perkotaan
Untuk kamu yang sering berkendara di tengah kota dengan lalu lintas padat, roller berat bisa membuat motor lebih kurang gesit. Respon gas akan melambat sehingga terasa kurang nyaman untuk melakukan manuver atau berhenti secara mendadak.
Tips Merawat Roller Supaya Tahan Lama
Setelah mengganti roller, baik itu lebih berat atau lebih ringan, kamu tetap perlu merawatnya supaya performa motor tetap optimal dan tidak cepat aus. Ini beberapa hal yang bisa kamu ikuti:
1. Bersihkan Secara Berkala
Kotoran atau debu yang menumpuk di area CVT bisa mengganggu kinerja roller. Oleh karena itu, bersihkanlah bagian ini secara rutin agar dapat memperpanjang usia pakai dan menjaga kenyamanan berkendara.
2. Selalu Cek Roller Selama Servis CVT
Setiap kali servis CVT, pastikan teknisi memeriksa kondisi roller untuk memastikan apakah bentuknya masih bulat sempurna atau sudah mulai aus. Roller yang aus biasanya akan mempengaruhi akselerasi motor, sehingga perlu diganti.
3. Kurangi Melakukan Akselerasi Mendadak
Tarikan gas yang terlalu spontan bisa mempercepat keausan pada roller motor kamu. Jadi, usahakanlah untuk menjaga kecepatannya secara bertahap agar komponen CVT tetap awet.
4. Mengganti Roller Sesuai Anjuran Pabrikan
Selalu ikuti rekomendasi bobot dan tipe roller yang sesuai dengan spesifikasi motor kamu. Hindari menggantinya dengan komponen yang terlalu ringan atau berat agar tidak merusak sistem transmisi motor.
5. Memakai Roller Berkualitas
Pilihlah komponen yang berkualitas dan terjamin keasliannya agar umur pakainya lebih panjang dan minim risiko kerusakan.
Nah, jika kamu sedang cari komponen roller motor matic yang pasti ori dan berkualitas, pastikan kamu mencarinya di website Astra Motor, Tokopedia resminya atau bengkel resmi Honda motor terdekat. Selain banyak opsi, kamu juga akan dapatkan banyak penawaran menarik!

Tinggalkan Balasan