Makassar, Bineka.co.id – Almamater merah mulai menghiasi Baruga Andi Pettarani, Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Jl Perintis Kemerdekaan Km 10, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (13/8/2026).
Sebanyak 3.186 mahasiswa baru (maba) pascasarjana Unhas untuk pertama kalinya hadir di lingkungan kampus. Mereka merupakan mahasiswa jenjang magister dan doktor.
Kedatangan ribuan mahasiswa baru tersebut disambut langsung Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa bersama Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Dr Ace Hasan Syadzily.
Turut hadir Wakil Rektor I Unhas Prof Muhammad Ruslin, Wakil Rektor II Prof Subehan, dan Wakil Rektor IV Prof Suharman.
Para mahasiswa memenuhi lantai satu dan dua Baruga Andi Pettarani. Mereka mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan celana kain hitam dan almamater merah.
Sesekali, mahasiswa terlihat mengabadikan momen pertama mereka sebagai bagian dari civitas academica Unhas melalui telepon seluler masing-masing.
Di hadapan ribuan mahasiswa baru tersebut, Ace Hasan Syadzily menyampaikan pesan mengenai pentingnya pendidikan dalam menghadapi perubahan geopolitik global.
Menurutnya, kondisi geopolitik dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk meningkatnya persaingan antarnegara.
Ketegangan di sejumlah kawasan membuat setiap negara dituntut memiliki kemampuan untuk bertahan secara mandiri.
Situasi tersebut, kata Ace, membuat Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan teknokratik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
“Dunia Pendidikan selain mencetak peserta didik memiliki kemampuan teknokratik, saya katakana penting bentuk karakter kebangsaan di tengah situasi geopolitik global ditandai persaingan antar negara, maka Pendidikan penting menyadari bagaimana posisi Indonesia di tengah dinamika global. Kita butuh SDM unggul untuk dapat membentuk dan mengelola sumber daya alam kita,” ujar Ace Hasan Syadzily yang mengenakan jas hitam.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu membaca perubahan dunia sekaligus mengelola berbagai potensi yang dimiliki Indonesia.
Terlebih, mahasiswa yang berada di hadapannya merupakan mahasiswa pascasarjana yang diharapkan memiliki kapasitas lebih dalam membaca persoalan strategis.
Ace mengatakan pemahaman terhadap geopolitik global menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa untuk melihat posisi Indonesia di tengah persaingan antarnegara.
“Saya sampaikan tadi pentingnya memahami geopolitik global dan penguatan SDM unggul sebagai prasyarat kemajuan bangsa,” jelasnya.
Ace juga mengaitkan penguatan SDM dengan momentum bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia.
Menurutnya, situasi geopolitik yang semakin dinamis harus dihadapi dengan kualitas SDM yang kuat agar bonus demografi dapat menjadi kekuatan dalam menjaga ketahanan negara.
Karena itu, bonus demografi perlu dikelola melalui pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dari dalam kampus.
“Harapan kita semua agar mewujudkan Indonesia Emas 2045 hanya kita bisa wujudkan jika mengelola SDM hari ini sebagai pemanfaatan bonus demografi bangsa kita,” jelasnya.
Ace Hasan juga menyoroti posisi Unhas sebagai salah satu perguruan tinggi strategis di kawasan Indonesia Timur.
Menurutnya, Unhas memiliki peran penting dalam mencetak SDM unggul yang mampu mengelola potensi sumber daya alam di kawasan tersebut.
Indonesia Timur memiliki kekayaan alam yang besar, mulai dari sektor pertanian, kelautan, pangan hingga energi.
Karena itu, lulusan Unhas diharapkan tidak hanya menjadi tenaga profesional, tetapi juga mampu menjadi penggerak pengembangan potensi daerah.
“Unhas memiliki peran strategis karena kita tau bahwa sebagai universitas di Kawasan Indonesia Timur, penyediaan SDM unggul dengan kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia Timur tentu Unhas sangat penting dan strategis mencetak SDM Indonesia timur yang bisa memanfaatkan kekayaan alam kita dengan bagaimana mendukung hilirisasi di sektor pertanian, kelautan, pangan, energi dan lainnya. Kita harap lulusan akan jadi pioneer kemajuan bangsa,” sambungnya.
Menurut Ace, penguatan SDM semakin penting seiring dengan agenda hilirisasi yang terus didorong pemerintah.
Mahasiswa pascasarjana didorong mengambil peran dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan di berbagai sektor strategis.
Pendidikan tinggi, kata dia, tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan teori. Perguruan tinggi juga dituntut menghasilkan lulusan yang mampu membaca persoalan bangsa dan menawarkan solusi berbasis ilmu pengetahuan.
Dengan demikian, ribuan mahasiswa baru pascasarjana Unhas yang mulai memasuki lingkungan akademik diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas SDM Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Sementara itu, Unhas juga tengah menjalankan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) bagi mahasiswa jenjang sarjana.
Tahapan saat ini berlangsung pada tingkat program studi masing-masing.
Setelah rangkaian PKKMB, Unhas akan menggelar “Unhas Day” pada 15 Agustus 2026.
Unhas Day merupakan rangkaian resmi penutupan PKKMB Unhas yang dikemas dalam bentuk perayaan sekaligus pameran untuk memperkenalkan puluhan unit kegiatan mahasiswa (UKM) serta lembaga kemahasiswaan tingkat universitas.
Setelah seluruh rangkaian pengenalan dan penyambutan mahasiswa baru selesai, perkuliahan perdana tahun akademik 2026/2027 dijadwalkan dimulai pada Selasa (18/8/2026).

Tinggalkan Balasan