Makassar, Bineka.co.id – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyebut Kota Makassar masih membutuhkan dukungan infrastruktur besar untuk menopang pertumbuhan kota yang semakin pesat. Selain pembangunan jalan tol baru, ia juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor pertanian modern berbasis teknologi sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan di wilayah perkotaan.
Hal itu disampaikan Munafri saat diwawancarai awak media usai menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XVII yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, Kamis 26 Maret 2026. Dalam agenda tersebut, salah satu rangkaian utama adalah sesi business matching yang mempertemukan pemerintah daerah dengan para pengusaha dan investor dari berbagai wilayah.
Forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, peluang investasi, hingga penjajakan kerja sama bisnis di berbagai sektor, termasuk infrastruktur dan pertanian. Menurut Munafri, momentum ini sangat penting untuk memperkenalkan potensi Kota Makassar sekaligus membuka peluang kolaborasi pembangunan yang lebih luas.
“Ya tentu, banyak sekali hal-hal yang harus kita kerjasamakan di Kota Makassar ini,” ujar Munafri.
Ia mencontohkan sejumlah kebutuhan mendesak yang memerlukan dukungan investasi, salah satunya pembangunan infrastruktur jalan tol guna memperkuat konektivitas kawasan perkotaan dan mendukung mobilitas barang serta jasa.
Selain itu, Munafri juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sektor pertanian modern di Makassar. Ia menilai, pendekatan berbasis teknologi seperti sistem greenhouse dapat menjadi solusi atas keterbatasan lahan di kawasan perkotaan, sekaligus menjaga produktivitas pangan tetap optimal.
Menurutnya, konsep pertanian modern tersebut telah terbukti berhasil di berbagai negara maju. Ia bahkan menyinggung keberhasilan Belanda yang mampu menjadi salah satu pemasok tomat terbesar di Eropa meskipun memiliki luas lahan pertanian yang terbatas.
“Kalau kita lihat di Eropa, bagaimana Belanda, dengan lahan yang tidak luas, bisa menjadi pemasok tomat terbesar di seluruh Eropa. Ini harus menjadi contoh,” katanya.
Munafri menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan teknologi pertanian modern, seperti sistem greenhouse yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT). Dengan teknologi ini, proses produksi dapat dikendalikan secara presisi, mulai dari suhu, kelembapan, hingga distribusi nutrisi tanaman.
Ia menilai konsep pertanian berbasis teknologi ini sangat relevan diterapkan di Makassar sebagai kota besar yang memiliki keterbatasan ruang, namun tetap membutuhkan sistem ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.
“Dengan pertanian lahan sempit, dengan greenhouse, dengan basis pertanian menggunakan IoT, ini akan bisa memaksimalkan sistem pertanian modern yang bisa dijadikan percontohan di kota ini,” ujarnya.
Melalui momentum PSBM, Munafri berharap kolaborasi antara pemerintah dan investor dapat segera terwujud, sehingga pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor pertanian modern di Makassar dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan